Meski Hoax Isu Penculikan Anak, Sekolah Lakukan Preventif

Suasana siswa-siswi SD Negeri 143 Palembang saat berada di pelataran lingkungan sekolah
  • Whatsapp

Palembang, klikampera.com – Warta dusta atau hoax mengenai vidio penculikan anak belakangan ini santer di media sosial. Meski hoax, hal ini membuat siswa harus menjaga kehati-hatian sebagai bentuk kewaspadaan. Pasalnya, di Indonesia ini bukanlah hal baru, seperti di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Fenomena ini memang menarik perhatian masyarakat karena menyoroti pelajar terkhusus pelajar di jenjang Sekolah Dasar (SD) karena usianya yang boleh jadi masih bisa dipengaruhi penculikan.

Meski pun ini hanya warta dusta, namun sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta menerapkan tindakan preventif sebagai bentuk waspada bagi para siswanya.

Seperti yang dilakukan oleh Kepala SD Negeri 143 Palembang Rismawati. Bahkan secara tegas, pihaknya memerintahkan pagar sekolah selalu terkunci rapat.

“Kami memang pernah dengar isu dan vidio itu (penculikan-red), tapi itu katanya hoax. Tapi walaupun begitu kami menerapkan pintu terkunci hingga selesai. Dan bagi ada yang menjemput di waktu belajar, kami cek siapa, dan apa hubungannya dengan siswa hingga KTP nya,” tegasnya, Senin (12/11/2018).

Lanjut Rismawati bahwa diwaktu pulang pun pihaknya selalu mengawasi para siswa yang pulang terutama yang pulang jauh. Pasalnya, waktu pulang biasanya semua menyebar.

“Biasanya yang pulang dekat memang tidak dijemput. Tapi kita himbau memang kepada wali murid baik jauh maupun dekat kita himbau untuk dijemput,” terangnya.

Senada dengan itu dikatakan Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Palembang Jumingan mengakui bahwa isu penculikan adalah hoaxs. Sehingga diharapkan jangab sampai termakan isu-isu yang tak bisa dipertanggung jawabkan.

“Kita belakangan ini memang minta wali murid agar cepat menjemput anaknya saat pulang, tapi bukan karena isu penculikan tapi karena kasihan jika mereka menunggu lama,” tukasnya.

Ia berharap bahwa isu penculikan anak itu memang benar-benar hoax dan tidak membuat wali murid cemas.

 

Wartawan: Anggra
Editor: Rianza

Pos terkait