Milad Muhammadiyah Ke-107, PWM Sumsel Gelar Tabligh Akbar

Oleh Klikampera pada Sabtu, 7 Desember 2019 13:28 WIB
Tabligh Akbar dalam rangka memeriahkan milad Muhammadiyah ke-107 dengan mengangkat tema "Mencerahkan Kehidupan Bangsa", Sabtu (7/12/2019)

Palembang, klikampera.com – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar acara Tabligh Akbar dalam rangka memeriahkan milad Muhammadiyah ke-107 dengan mengangkat tema “Mencerahkan Kehidupan Bangsa”, Sabtu (7/12/2019).

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Dr. Anwar Abbas, M.A.

Acara yang digelar di Auditorium PWM Sumsel tersebut dihadiri, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Dr. Anwar Abbas, M.A., turut dihadiri Ketua PWM Sumsel Prof. Dr. Romli SA, M.Ag., Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan warga Muhammadiyah Sumsel.

Dalam materinya, Dr. Anwar Abbas, MA., menyampaikan bahwa penomena yang terjadi pada ustad Abdul Somad sempat membuat kericuhan di media sosial. Menurut agama islam bahwa poligami itu diperbolehkan dengan syarat harus adil.

“Di suatu riwayat ada seorang istri sahabat rosulullah Asma yang menangis karena suaminya Zubir bin Awam, yang bukan sembarang orang yang jatuh cinta pada janda cantik bernama Atika. Kemudian menyampaikan kepada Asma untuk menikah lagi. Namun Asma tidak mau untuk dimadu. Akhirnya ia bercerai dengan Zubir bin Awam” jelasnya.

Ia melanjutkan, bolehkah Ustad Abdul Somad bercerai, dibolehkan karena sudah diproses di Pengadilan Agama. Pertanyaannya mengapa umat Islam heboh. dan ada yang mengatakan bahwa pologami itu bukan ajaran Islam. jelas Islam membolehkan laki-laki beristri lebih dari satu dan ini menyimpulkan bahwa Al Qura’an dan hadist itu sumber kebenaran.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia ini juga menambahkan bahwa konsep yang ada dalam Al.Quran sudah banyak diterapkan oleh negara-negara barat dan berhasil diberbagai bidang, dan ini harus menjadi motivasi kita sebagai umat muslim untuk menerapkan konsep-konsep berkehidupan, agar kita sebagai umat islam yang kuat aqidah, dan ekonomi.

Editor: Rianza

Pos terkait