Obama, Clinton di Antara Target Tersangka Bom Menjelang Pemilihan AS

oleh -32 views
Mantan Presiden AS Barack Obama dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton berada di antara sasaran bom paket yang diduga dikirim ke beberapa tokoh Demokrat dan CNN

Amerika Serikat, klikampera.com – Mantan Presiden AS Barack Obama dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton berada di antara sasaran bom paket yang diduga dikirim ke beberapa tokoh Demokrat dan CNN, yang menurut FBI sedang diselidiki sebagai tindakan terorisme.

Setidaknya delapan paket mencurigakan dapat diketahui sebelum diterima oleh target, termasuk jaksa agung Obama, Eric Holder, mantan Direktur CIA John Brennan dan donor Partai Demokrat terkemuka George Soros.

Menurut keterangan FBI, dua paket dikirim ke anggota Kongres Wanita Swiss Maxine Waters. Para penyelidik sedang mencoba untuk melacak paket mencurigakan lain, yang mereka yakini ditujukan kepada wakil presiden Obama, Joe Biden, seorang pejabat federal kepada Reuters pada Rabu (24/10) malam.

Dikutip dari Reuters, tidak ada satupun dari delapan paket yang sempat meledak, hingga tidak ada yang terluka, dan tidak ada klaim dari pihak manapun.

Namun berita tentang ancaman bom meningkatkan ketegangan di sebuah negara yang sangat terpolarisasi menjelang pemilihan pada 6 November, yang akan memutuskan apakah Demokrat menguasai satu atau kedua majelis Kongres dari Partai Republik.

Beberapa tokoh terkemuka Partai Demokrat dengan cepat menuduh Trump sendiri memicu potensi kekerasan politik dengan sering terlibat dalam retorika hiper-partisan dan cenderung keras kepala.

Trump mengatakan pada rapat umum politik di Wisconsin pada hari Rabu bahwa pemerintahannya akan melakukan penyelidikan yang agresif.

Biro Investigasi Federal kantor Florida Perwakilan AS Debbie Wasserman Schultz

“Setiap tindakan atau ancaman kekerasan politik adalah serangan terhadap demokrasi kita sendiri,” kata Trump.

“Kami ingin semua pihak bersatu dalam damai dan harmonis.” tambahnya.

Namun dia mengatakan media memiliki tanggung jawab untuk menghentikan permusuhan yang tanpa henti dan serangan negatif seringkali salah.

Paket pertama, yang muncul pada hari Senin, ditujukan kepada Soros, seorang miliarder dan sering menjadi sasaran teori konspirasi sayap kanan.

Menurut Biro Investigasi Federal kantor Florida Perwakilan AS Debbie Wasserman Schultz, paket yang ditujukan untuk soros akhirnya dialihkan ke alamat pengirim yang tercetak pada semua paket.

FBI mengatakan pada Rabu (24) malam, bahwa pihaknya telah mengkonfirmasi dua paket tambahan, dimana serupa dalam penampilannya dengan yang lain, ditujukan kepada seorang anggota kongres wanita veteran dari Los Angeles dan juga seorang kritikus Trump yang blak-blakan.

Paket yang diduga bom

Pernyataan FBI sebelumnya mengatakan paket-paket lain terdiri dari amplop manila, dengan interior bungkus-gelembung yang berisi perangkat yang berpotensi merusak. Kemudian masing-masing diberi label alamat cetak komputer dan enam perangko.

Pejabat lainnya mengatakan perangkat yang terdapat dalam amplop itu semuanya mirip dengan yang ditemukan di kotak surat rumah George Soros, kemudian diledakkan oleh polisi, dan setidaknya satu bom penuh dengan pecahan kaca.

Dinas Rahasia Amerika Serikat mencegat paket-paket yang ditujukan ke rumah Obama di Washington dan ke rumah calon presiden Demokrat tahun 2016, Bill Clinton, di negara bagian New York.

Komisaris Polisi James O’Neil, mengatakan bahwa biro CNN di New York menerima paket yang ditujukan kepada Brennan, seorang analis CNN, yang memimpin polisi untuk mengevakuasi gedung Time Warner di Manhattan dekat Central Park. Paket itu berisi amplop yang didalamnya terdapat serbuk putih yang saat ini sedang dianalisis oleh para ahli.

Paket yg dikirim kepada Bill Clinton ditemukan terlambat pada hari Selasa (23/10), sementara paket yang ditujukan kepada Obama telah ditemukan pada hari Rabu (17/10), dan dikatakan oleh Secret Service, baik selama pemindaian rutin di luar situs, Obama dan Clinton tidak dalam bahaya.