PBNU: Serahkan Amanah Sesuai Ahlinya

oleh -12 views
Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj dan Sekjen Ahmad Helmy Faishal Zaini saat menghadiri pelatihan

Jakarta, klikampera.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj meminta setiap pihak untuk menyerahkan amanah kepada mereka yang sesuai keahliannya.

“Al Quran memberi petunjuk bahwa orang yang mencapai kebenaran itu adalah orang yang berilmu, artinya kebenaran harus berdasarkan ilmiah, maka kebenaran di bidang teknik sipil, kesehatan dan lainnya harus proporsional,” kata Said dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Said menyampaikan hal itu dalam rangkaian perjalanan silaturahmi dan ziarah rombongan PBNU dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) ke-4 di beberapa tempat yang diakhiri dengan khutbah Jumat Ketua Umum PBNU di Masjid Jami Sunan Ampel, Surabaya, Jumat (18/10).

Untuk mengerti agama, Said mengatakan seseorang harus paham Al Quran, hadits, ijma dan qiyas. “Begitu juga agama agar mengerti agama harus mengikuti para ulama yang ahli agama,” kata dia.

“Kalau kita mobilnya rusak ya kita serahkan pada bengkel mekanik, kalau sakit ya ke dokter, kalau kita ingin ngerti ekonomi ya panggil sarjana ekonomi, jangan terbalik mau ngerti agama ke ahli mekanik, mau ngerti ekonomi ke dokter bisa rusak itu,” katanya.

Ketua panitia perjalanan silaturahmi dan ziarah rombongan PBNU dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) ke-4, KH Aizzudin Abdurrahman (Gus Aizz), mengatakan segala rangkaian acara berjalan lancar dan penuh khidmat.

“Syukur alhamdulillah mulai dari perjalanan hingga akhir acara ini berjalan selamat, lancar dan penuh hikmat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaranya” kata Ketua PBNU Gus Aizz.

Ia mengatakan para ulama NU telah berjuang bukan hanya untuk NU tapi juga untuk bangsa dan negara. Semoga santri bisa mengambil hikmah dari perjalanan silaturahim dan ziarah bahwa kita harus menghargai dan tidak boleh melupakan perjuangan mereka

“Maka ziarahi dan doakan mereka,” kata cucu Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, tersebut.

(Ant/riil)