Pemerintah Akan Terus Melanjutkan PKH

Oleh Klikampera pada Kamis, 13 Desember 2018 18:45 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada para pendamping PKH dalam acara Jambore Sumber Daya PKH Tahun 2018 di Istana Negara, Kamis (13/12)

Jakarta, klikampera.com – Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai salah satu kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan akan terus berlanjut.

Bila pada tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya anggaran yang dialokasikan berkisar pada angka Rp 18 triliun, di tahun 2019 anggaran tersebut meningkat hampir dua kali lipat, tepatnya menjadi sebesar Rp 34 triliun.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada para pendamping PKH dalam acara Jambore Sumber Daya PKH Tahun 2018 di Istana Negara, Kamis (13/12), meminta mereka untuk betul-betul memberikan pendampingan dan memastikan agar anggaran tersebut sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

“Menjadi tugas bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian memastikan penyaluran bantuan itu sampai di tangan penerima manfaat,” ujarnya dilansir dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Kepresidenan.

Presiden menjelaskan, meski beberapa waktu belakangan fokus perhatian diberikan pada pembangunan infrastruktur, pemerintah tak serta merta melupakan aspek peningkatan kesejahteraan kualitas sumber daya manusia. Melalui PKH, pemerintah hadir dan menunjukkan keberpihakan negara terhadap rakyatnya.

Sebelum ini, penerima PKH sebanyak 6 juta kepala keluarga (KK). Namun sejak tahun 2018 jumlah penerima PKH menjadi 10 juta KK. Pada tahun 2020 nanti, Presiden ingin agar cakupan program ini juga diperluas hingga kurang lebih 15,6 juta KK.

Lebih jauh, untuk menyelaraskan arah kebijakan pemerintah dalam mengurangi ketimpangan dan kemiskinan melalui PKH, Presiden Joko Widodo meminta para pendamping untuk mendorong para penerima manfaat PKH memanfaatkan bantuan yang ada untuk meningkatkan taraf kesehatan anggota keluarga.

Kesehatan dan ketercukupan gizi bagi anak memegang peranan penting dalam program pembangunan sumber daya manusia pada 2019 mendatang.

“Pastikan betul bahwa anggaran-anggaran yang ada ini juga dipakai untuk menyehatkan ibu dan anak sehingga perhatian kita kepada yang namanya gizi itu sangat penting. Arahkan mereka untuk membeli hal-hal yang berkaitan dengan gizi terutama yang memiliki anak-anak balita atau ibu yang sedang mengandung. Ini untuk menyiapkan generasi 20 sampai 50 tahun ke depan,” ucapnya.

Wartawan: Arina
Editor: Rianza

Pos terkait