Pemerintah Kota Palembang Target Kurangi Kawasan Kumuh

oleh -9 views
Ilustrasi - Kawasan kumuh di bantaran anak Sungai Musi Palembang

Palembang, klikampera.com – Pemerintah Kota Palembang menargetkan pengurangan kawasan kumuh seluas 1.500 hektare karena dari total 3.428 hektare yang sudah tertangani sementara ini 748 hektare.

Wali Kota Palembang Harnojoyo di Palembang, Jumat (15/11), mengatakan, salah satu langkah efektif yakni menyasar kawasan kumuh di bantaran Sungai Musi.

“Upaya ini dapat dilakukan karena perbaikan ini mendapatkan bantuan pemerintah pusat khususnya di tiga titik kawasan Sungai Sekanak,” kata Harnojoyo.

Ia mengatakan, restorasi sungai ini tidak hanya memperhatikan sedimentasi, tapi juga infrastruktur penunjang lainnya agar kesan kumuh kawasan tepi sungai menjadi hilang.

“Target kami pengurangan wilayah kumuh ini hingga 2030 dan pada 2024 sudah tuntas setengahnya,” kata dia.

Ia menjelaskan, kawasan kumuh di 24 Ilir, 25 Ilir dan 26 Ilir ini telah dilakukan identifikasi, terkait apa yang perlu ditingkatkan untuk kualitas permukimannya.

Identifikasi itu seperti penataan bangunan, air minum, pengolahan persampahan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengelolaan drainase lingkungan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana penanganan kebakaran.

“Ini masuk program restorasi Sungai Sekanak,” ujar dia.

Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan fokus mengentaskan kawasan kumuh di bantaran Sungai Musi melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) untuk memperbaiki tampilan kota dan sekaligus meningkatkan kualitas sanitasi warga setempat.

Koordinator Program Kotaku Tri Wahyudi mengatakan, pengentasan kawasan kumuh ini tidak mudah karena bantaran sungai merupakan areal yang sebenarnya tidak boleh ditempati oleh warga, sehingga proyek pemerintah terkait sarana dan prasarana sanitasi menjadi sulit diakses.

“Sarana dan prasarana sanitasi, drainase dan jalan lorong itu tidak boleh didirikan di lokasi bantaran sungai. Ini yang menjadi tantangan kami, contohnya kawasan pinggiran sungai di dekat Stasiun Kertapati,” kata dia.

(Ant/riil)