Pemkot Palembang Minta Warga Kurangi Sampah Plastik

Oleh Klikampera pada Selasa, 28 Januari 2020 09:04 WIB
Pekerja membuat jam dinding dari adonan cacahan plastik di 'Robries galeri' di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (8/5/2019). Komunitas berbasis lingkungan tersebut mengolah limbah khususnya plastik menjadi barang bernilai jual seperti jam dinding, meja, bangku dan lainnya

Palembang, klikampera.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan meminta warga kota setempat mengurangi sampah plastik dengan meninggalkan penggunaan bahan plastik dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

“Untuk mengurangi sampah plastik, sekarang ini sudah ada aturan untuk mengurangi penggunaan plastik di lingkungan perkantoran jajaran Pemkot hingga pelosok wilayah 18 kecamatan,” kata Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda di Palembang, Senin (27/1).

Pada Januari 2020 ini dikeluarkan Surat Edaran No.48/SE/BAPPEDA LITBANG/2019 yang mengatur pengurangan penggunaan plastik untuk mengatur penggunaan bahan plastik di perkantoran.

Dengan adanya surat edaran itu, kegiatan rapat, pelatihan, dan aktivitas pegawai di setiap ruangan kerja lingkungan Sekretariat Daerah Kota Palembang harus mulai mengurangi penggunaan plastik.

Kemudian aturan tersebut segera diterapkan di lingkungan kantor kecamatan dan kelurahan, serta sekolah yang ada di dalam kota setempat.

Untuk menerapkan aturan pengurangan penggunaan plastik di lingkungan sekolah, pihaknya menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan Kota Palembang melakukan koordinasi dengan para kepala sekolah tingkat SD-SMA, ujarnya.

Kantin yang ada di lingkungan sekolah diharapkan segera mengurangi penggunaan plastik untuk melayani siswa yang membeli makanan dan minuman.

Melalui upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah plastik yang selama ini menjadi masalah bagi lingkungan karena tidak mudah hancur dan menyumbat aliran air menjadi penyebab banjir ketika hujan lebat turun lebih dari satu jam, tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Palembang, sedikitnya setiap hari ada 1.500 ton sampah yang dihasilkan oleh warga kota setempat dari sampah tersebut sebagian besar adalah plastik.

Warga kota dan semua pihak diharapkan dapat mendukung upaya tersebut, sehingga produksi sampah plastik secara bertahap dapat diminimalkan dan dapat dihindari terjadinya kerusakan lingkungan yang parah akibat plastik yang sulit terurai di dalam tanah, ujarnya.

(Ant/riil)

Pos terkait