Pemkot Terkesan Lamban Terapkan PSBB, Warga Palembang Berjubel Belanja Kebutuhan Lebaran

Oleh Klikampera pada Senin, 18 Mei 2020 08:38 WIB
Warga tampak berdesakan di salah satu pusat perbelanjaan di daerah Plaju Palembang, Minggu (17/5/2020) malam, tanpa menghiraukan himbauan pemerintah terkait physical distancing

Palembang, klikampera.com – Seiiring dengan meningkatnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid19 di Palembang, yang mencapai 296 kasus pertanggal 17 mei 2020, warga malah sibuk belanja kebutuhan lebaran idul fitri. Hal ini terlihat kemarin, Minggu (17/5/2020), di beberapa pusat perbelanjaan dan pasar tradisional yang ada di kota Palembang.



Padahal beberapa hari sebelumnya, Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, sudah menetapkan surat keputusan tentang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang hingga kini belum diberlakukan oleh pemkot Palembang.

Pemkot sendiri beralasan bahwa saat ini tidak ingin asal-asalan dalam memberlakukan PSBB. Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan bahwa hasil usulan draft Peraturan Walikota tentang Pemberlakuan PSBB ini akan disampaikan kepada gubernur, dan apabila disetujui maka Pemkot akan membahas kembali melalui rapat gugus tugas serta pembuatan SK pelaksanaan PSBB ini.

“Kita tidak ingin asal-asalan dalam penerapan PSBB ini, jadi perlu pendalaman materi-materi perwali, begitu selesai langsung kami antar ke gubernur, selanjutnya akan di fasilitasi dan harmonisasi, ”kata Dewa, Minggu, (17/5/2020) di sela memberikan bantuan kepada warga Lorong Tanjung Aur Kelurahan Bukit Baru Palembang.

Namun, proses pemberlakuan PSBB yang terkesan lamban ini, mengakibatkan kondisi warga yang semakin memprihatinkan dalam menaati himbauan pemerintah untuk menjaga physical distancing.

Hal ini dapat ditemui di beberapa pusat perbelanjaan di kota Palembang, dimana tampak warga berjubel untuk membeli kebutuhan menjelang lebaran idul fitri.

Dalam video viral yang beredar melalui aplikasi percakapan Whatsapp, warga kota Palembang terlihat berdesakan untuk berbelanja hingga malam hari, dan tidak lagi menghiraukan himbauan pemerintah untuk menjaga jarak. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan.

Selain pusat perbelanjaan, hal ini juga terjadi pada pasar tradisional. Berdasarkan pemantauan di lapangan, para pedagang tradisional malah semakin menjadi dengan menggelar dagangan nya hingga menutup arus jalan di simpang lemabang menuju arah jalan Bambang utoyo.

Entah sengaja dibiarkan atau tidak, namun berdasarkan pantauan, tidak terlihat satupun petugas di lokasi untuk mengingatkan warga dan pedagang.

Di sisi lain, para tenaga medis saat ini sedang berjuang merawat pasien di rumah sakit, hingga mengorbankan waktunya bersama keluarga untuk berlebaran, namun sebagian warga malah seolah menantang pandemi covid19 ini dengan asik berbelanja tanpa menghiraukan lagi aturan physical distancing.

Perlu langkah tegas pemkot palembang dalam mengatur warganya untuk mengikuti aturan pemerintah. Percepatan pemberlakuan PSBB ini merupakan salah satu upaya jitu penanganan pandemi covid19, apalagi hal ini memang sudah disetujui oleh kementerian kesehatan terkait penerapannya. (ist/ndy)

Pos terkait