Pemprov Sumsel Suntik Modal Tambahan Untuk 4 BUMD

  • Whatsapp

Sumatera Selatan, klikampera.com – Sedikitnya empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mendapatkan suntikan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

“Dipilihnya empat BUMD ini kerena memang dinilai membutuhtuhkan tambahan dana untuk pengembangan usahanya di tahun ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumsel Akhmad Mukhlis, Kamis (15/3/2018).

Ia menjelaskan, suntikan penyertaan modal ini bertujuan untuk membantu BUMD dalam mengembangkan usahanya. Adapun ke empat BUMD yang mendapatkan suntikan penyertaan modal yakni PT Jamkrida yang mendapatkan suntikan penyertaan modal sebesar Rp. 10 miliar, PT Jakabaring Sport City (JSC) seebsar Rp. 15 miliar, PT Sriwijaya Mandiri (SMS) Rp. 5 miliar dan PD Perhotelan Swarna Dwipa Rp. 20 miliar.

“Tahun ini pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50,1 miliar untuk penambahan modal ke empat BUMD ini,” katanya.

Ia merincikan penggunaan suntikan penyertaan pada ke empat BUMD ini akan diperuntukkan seperti pada PD Perhotelah Swarna Dwipa yang betujuan untuk pengembangan Asrama Haji, Jamkrida untuk meningkatkan pelayanan penjaminan kredit, lalu PT SMS yang ditujukan dalam program pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TAA, kemudian PT JSC untuk persiapan pelaksanaan Asian Games.

“Sesuai dengan peraturan daerahnya, penyertaan modal dapat dilakukan dalam kurun beberapa tahun sekali. Makanya pemberian modal tambahan ini dilakukan secara bergilir, dimana pada tahun lalu hal serupa juga sudah dilakukan kepada Bank Sumsel Babel (BSB),” katanya.

Penyertaan modal kepada keempat BUMD ini juga bukan berarti mengenyampingkan BUMD milik Pemprov Sumsel lainya. Sebab berasaran anggaran yang dikucurkan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah yang dimiliki, serta dilihat dari urgensi dari perusahaan tersebut.

Sementara itu Sekretaris Daerah Pemprov Sumsel, Nasrun Umar mengatakan, penyertaan modal yang diberikan tersebut agar setiap BUMD dapat lebih leluasa mengembangankan bidang usahanya. Oleh sebab itu, tentunya akan ada stimulant, dimana nantinya setiap BUMD akan diminta paparan terkait pengembangan usaha yang dilakukan dari dana peneyertaan modal tersebut.

“Jadi akan ada evaluasi yang akan dilakukan. Tujuannya agar kedepan akan ada revenue guna menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya. (ra)

Pos terkait