Pendampingan BUMDes, FEB Universitas Muhammadiyah Palembang Kunjungi Kadis PMD Sumsel

Oleh Klikampera pada Selasa, 11 Februari 2020 10:56 WIB
Wakil Dekan I FEB Universitas Muhammadiyah Palembang Drs. Sunardi, S.E. M.Si., menyerahkan plakat kepada Kadis PMD Sumsel H. Yusnin, Selasa (11/2/2020)

Palembang, klikampera.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang, melakukan kunjungan dan silaturahmi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kadis PMD) Provinsi Sumatera Selatan.

Kunjungan yang dipimpin Wakil Dekan I FEB Universitas Muhammadiyah Palembang Drs. Sunardi, S.E. M.Si., diterima langsung oleh Kadis PMD Sumsel H. Yusnin, serta dihadiri M. Orba Kurniawan, S.E, S.H, M.Si., Sudarta Salman, S.E., M.M., dan Lesi Agusria, S.E., M.Si.,dan Tenaga Ahli Provinsi Eka Subakti, S.E., Selasa (11/2/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Drs. Sunardi, S.E., M.Si., menyampaikan komitmen dan keseriusan FEB Universitas Muhammadiyah Palembang dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, khususnya pendampingan BUMDes.

“Untuk itu, kami mohon dukungan dan fasilitas dari Dinas PMD agar kegiatan pengabdian pada masyarakat, khususnya pendampingan BUMDes nanti dapat berjalan lancar, serta agar Universitas Muhammadiyah Palembang dapat dilibatkan dalam kegiatan yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat” ulasnya.

Disisi lain Kadis PMD Provinsi SumSel H. Yusnin, menyambut baik, kegiatan yang sudah dilakukan FEB Universitas Muhammadiyah Palembang selama ini, mengingat pendampingan BUMDes merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dan diperlukan bagi pengelola BUMDes untuk dapat menjalankan usaha secara optimal sebagaimana yang diatur dalam Undang Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa pada Bab X yang mengatur tentang manajemen BUMDes.

“Tentunya keberadaan kegiatan pendampingan BUMdes diharapkan memberikan dampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Desa, dan mendorong tumbuhnya pengelolaan sektor sektor produktif di masyarakat desa berbasiskan pada potensi lokal yang dimiliki,” jelasnya.

Editor: Rianza

Pos terkait