PKK Sebut Penyalahgunaan Narkoba di Sumsel Tempati Posisi 21 Nasional

oleh -28 views
Penyuluhan anti narkoba di SMA Negeri 6 Palembang

Palembang, Klikampera.com – Peredaran narkoba di Sumsel saat ini semakin merajalela. Bahkan Sumsel menempati posisi ke 21 di Indonesia sehingga diharapkan peredaran narkoba jangan sampai masuk di kalangan pelajar.

Demikian disampaikan Ketua PKK Sumsel Hj Febrota Lustia Herman deru diwakili Desliana SE MM pada penyuluhan anti narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel di SMA Negeri 6 Palembang Jumat (30/11/2018).

Ketua PKK Sumsel Hj Febrota Lustia Herman deru diwakili Desliana S.E., M.M., mengatakan Saat ini Sumsel Peringkat 21 Penyalah Guna anti Narkoba, menurut data Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahan Gunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tahun 2015 pemakai dan penyalahan dan penggunaan di Indonesia 2,2 % khusus Sumsel mencapai 1,74 % dan Sumsel menduduki peringkat 21 dari 11 provinsi yang rawan narkoba.

Oleh sebab itulah bersama BNN dan PKK melakukan sosialisasi di kalangan pelajar. “Pastinya manfaat narkoba ini tidak ada baiknya bagi kesehatan. Memang dalam istilah kesehatan narkoba adalah zat yang bisa menghilangkan rasa sakit, namun sekarang sudah disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu,” katanya.

Makanya untuk mencegah jangan sampai terkena dengan pelajar Sumsel. “Kita melakukan sosialisasi ini dengan harapan agar pelajar tidak terpengaruhi akan bahaya narkoba. Karna banyak sekali pelajar ikut-ikutan mencoba barang tersebut, makanya peran orang tua, guru dan semua kalangan harus ikut mensosialisasikan bahaya akan narkoba,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan BNN Sumsel IKA Wahyuni Hendaryati Skm Msi mengatakan saat ini sudah banyak yg di kunjungi. Apalagi sekolah-sekolah sangat rawan akan terkena dampak narkoba.

“Untuk sekarang tinggal 2 sekolah lagi yang akan di lakukan sosialisasi bahaya narkoba. Kita maunya mengantisipasi dengan memberikan arahan kepada para pelajar, bahwa narkoba ini sangat merugikan untuk masa depan,” katanya.

Malahan bagi yang terkena dampak narkoba, rata-rata mereka diberikan perawatan dan rehabilitas.

“Tentu saja mereka ini kita berikan masukan dan arahan, seperti sosialisasi ini. Dimana kami memberikan sebuah ilustrasi sebuah gambar dan video bagi yang sudah terkena narkoba, tentu efeknya bisa membahayakan bagi nyawanya,” ujarnya.

Harapan pihaknya bagi pelajar yang sudah mendapatkan sosialisasi ini, agar bisa memberitahukan kepada adik, keluarga serta masyarakat akan bahaya narkoba ini. Bagus atau tidaknya negera ini tergantung kepada generasi muda khusus pelajar, kalau banyak pelajar yang terkena narkoba efeknya bisa berlanjut bagi masa depan bangsa.

“Jadi bagi pelajar Sumsel jangan sesekali mencoba narkoba, karena tidak ada manfaat kedepannya,” tegasnya.

 

Wartawan: Anggra
Editor: Rianza