Presiden Jokowi Akan Resmikan Jembatan Musi IV pada Januari 2019

Oleh Klikampera pada Jumat, 28 Desember 2018 11:47 WIB
Map rencana pengaturan lalu lintas 2 arah sangat pengoperasian Jembatan Musi IV Palembang

Palembang, klikampera.com – Presiden Joko Widodo direncanakan akan meresmikan penggunaan Jembatan Musi IV yang telah selesai dibangun pada tanggal 3 atau 4 Januari 2019.

Hal ini diungkapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Jembatan Musi IV, Suwarno, pada saat Rapat pembahasan rekayasa lalu lintas dalam rangka persiapan peresmian, di kantor lapangan proyek Jembatan Musi IV, kamis (27/12).

Suwarno menuturkan bahwa selama soft launching tersebut, akan dianalisa dan akan ditetapkan pola rekayasa lalu lintas yang terbaik. Diakuinya, ada kemunduran terkait jadwal peresmian Jembatan Musi IV, yang semula direncanakan pada tanggal 29 Desember 2018 ini.


Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto

“iya diundur karena menyesuaikan dengan jadwal bapak Presiden, Insyallah Januari ini sudah diresmikan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto, mengungkapkan bahwa sebelum diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo, akan dilakukan uji coba rekayasa lalu lintas terlebih dahulu, mulai dari area seberang ilir hingga seberang ulu.

“Rencananya uji coba rekayasa lalu lintas ini akan dilakukan selama dua hari, yakni tanggal 3-4 Januari 2019 mendatang,” ungkap Agus seusai rapat.

“Uji coba rekayasa akan dimulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 20.00 WIB. Jadi pada hari dan jam tersebut, masyarakat boleh melalui jembatan Musi IV, baik dari seberang ilir maupun seberang ulu,” tambahnya

Agus menjelaskan, ada beberapa poin yang harus diperhatikan oleh masyarakat, yaitu masyarakat dari seberang ulu akan diberlakukan satu arah, dari jalan Naga Swidak menuju jembatan, kemudian dari arah seberang Ilir saat turun dari jembatan menuju Jalan KH Azhari, kearah Tangga Takat juga akan diberlakukan satu arah.

“kebijakan satu arah ini dilakukan karena kondisi jalan KH Azhari menuju Tangga Takat, serta Jalan Naga Swidak terlalu sempit, oleh karena itu harus diberlakukan satu arah,” ungkapnya.

Sosialisasi pemberlakuan satu arah serta rekayasa lalu lintas tersebut nantinya akan melibatkan semua kalangan, baik pihak Satpol-PP, Satlantas, Dishub, bahkan pihak Kecamatan baik seberang ilir maupun seberang ulu.

“Kita tempatkan petugas, di setiap titik yang dianggap akan terjadi kepadatan kendaraan,”jelas Agus. “Sistem ini akan terus kita lakukan evaluasi, dari hasil uji coba selama 2 hari itu, apabila berjalan lancar, maka akan segera dilakukan pembukaan untuk umum,” ungkapnya.

Wartawan: Ria Amelia
Editor: Rianza

Pos terkait