Prof. Edy Suandi Hamid: Mutu PTMA Suatu Keniscayaan

Oleh Klikampera pada Sabtu, 22 Februari 2020 14:58 WIB
Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec., saat memberikan materi dalam acara Refreshing dan Konsolidasi Nasional Auditor Mutu Internal Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia

Palembang, klikampera.com – Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Asiyiyah (PTMA) merupakan suatu keniscayaan, karena PTM hadir bukan sekedar ada, namun untuk berkontribusi melahirkan insan cerdas, percaya diri, dan berakhlak mulia. Kuantitas penting sebagai organisasi dakwah, namun kualitas lebih penting hadir, dibutuhkan, dan memberikan manfaat bagi umat manusia.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec., saat memberikan materi dalam acara Refreshing dan Konsolidasi Nasional Auditor Mutu Internal Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia yang bertempat di Hotel Beston Palembang, Jumat – Minggu, 21 – 23 Februari 2020 dengan Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai tuan rumah.

Rektor Universitas Islam Indonesia Periode 2006-2010 dan 2010-2014 ini juga menjelaskan, Penjaminan Mutu dibutuhkan oleh perguruan tinggi untuk memeriksa dan mengendalikan mutu, meningkatkan mutu, dan memberikan jaminan pada stakeholders, yang dibutuhkan dalam proses akreditasi syarat perlu akreditasi, standarisasi, persaingan nasional dan internasional, perpindahan mahasiswa, dan pengakuan lulusan.

“Memastikan seluruh kegiatan institusi berjalan dengan baik dan terus meningkat secara berkesinambungan dan Membuktikan kepada seluruh stakeholders bahwa institusi bertanggung jawab (accountable) untuk mutu seluruh kegiatan” jelasnya.

Anggota Dewan Parampara Praja (Dewan Pertimbangan) Kesultanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Periode 2016-2021 ini juga menyebutkan, PTMA harus berdaya saing dan memiliki distingsi (distinctive) dan ke-khas-an di bidang keilmuan tertentu dibandingkan dengan PT-PT yang lain di lingkungannya (lokal, regional, nasional, internasional). Selain itu, penambahan syarat kelulusan (misalnya: kemampuan berbahasa atau pengembangan & penguasaan soft skills tertentu).

“PTMA juga harus berkemajuan, PTM yang mencerdaskan, mencerahkan, dan menyejahterakan. Dengan kata lain, PTM membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan dari segala bentuk keterbelakangan, ketertindasan, kejumudan, dan ketidakadilan” ulasnya.

Diakhir paparannya, Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta berpesan bahwa PTMA sangat bisa menjadi perguruan tinggi yang unggul, potensi ada, buktinya ada enam PTM terkareditasi A dan lebih seratus Prodi terakreditasi “A”. Posisi PTM bukanlah pemain pinggiran, PTM bisa bermain di kelas menengah dan atas di tanah air.

“Sebagian PTMA unggul kualitasnya dari PTN, walaupun secara kuantitas PTM relatif stagnan, dan secara kelembagaan maupun jumlah mahasiswa menurun market share-nya, ini bukan penurunan jumlah PTM dan mahasiswa PTM, melainkan karena pertumbuhan PTM yang di bawah pertumbuhan nasional. Secara substantif, PTM relatif lebih baik dan lebih tertib dibandingkan kebanyakan PTS “perorangan”, terutama yang di daerah-daerah. Sudah lebih 48% PTM yang terakreditasi institusinya, sementara total PTS Indonesia masih sekitar 20%.” tambahnya.

Editor: Rianza

Pos terkait