PWM Sumsel Gelar Musypimwil

Oleh Klikampera pada Sabtu, 10 Maret 2018 19:16 WIB

Palembang, klikampera.com – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan (PWM Sumsel) menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) di Universitas Muhammadiyah Palembang, Sabtu (10/3/2018).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM) se-Sumatera Selatan, Pimpinan Majelis, Lembaga dan Organisasi Otonom Muhammadiyah tingkat Sumsel.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel, Prof. Dr. H. Romli SA, M.Ag, menjelaskan tujuan Musypimwil ini antara lain untuk silaturahim pimpinan Muhammadiyah se-Sumatera Selatan dan mengevaluasi serta konsolidasi program rencana ke depan.

Prof. Romli menjelaskan masing-masing pimpinan Muhammadiyah di Sumsel menjabarkan program yang berjalan terutama yang unggulan. Lanjut Prof. Romli, dalam masa mendatang pimpinan Muhammadiyah di daerah lebih memanfaatkan dan memperluas amal usaha hingga mengaitkan antar usaha. Misalnya, bidang usaha Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIH dan Umroh) milik Muhammadiyah akan didirikan di beberapa daerah di Sumsel.

“Kami ingin antar pimpinan daerah Muhammadiyah dan amal usaha saling bekerjasama, misalnya dalam pengelolaan KBIH dan Umroh karena hal tersebut merupakan prosfek amal usaha yang sangat baik saat ini,” ungkap Prof. Romli.

Prof. Romli juga menyampaikan bahwa tahun 2018 dan 2019 menjadi tahun politik di Indonesia karena ada kegiatan Pilkada serentak 2018 dan pemilihan Presiden 2019, untuk menyikapi hal tersebut harus dilakukan Konsolidasi politik, karena kita sebagai Muhammadiyah belum optimal dalam menyikapi dunia politik Indonesia. Mengingat ketentuan Muhammadiyah yang tidak berpolitik praktis tapi mempersilahkan kadernya secara pribadi untuk berpolitik tanpa membawa nama persyarikatan.

“Saat ini kader Muhammadiyah banyak di semua partai, dan PP Muhammadiyah menetapkan, semua partai sama karena sah secara hukum dan diakui negara. Oleh karena itu Muhammadiyah kedepan akan mengkomunikasikan kadernya yang mempunyai potensi untuk terjun ke partai politik”.

Guru Besar Ilmu Syariah yang juga Dewan Ekonomi Syariah Sumsel ini mempersilahkan kader Muhammadiyah secara personal pribadi untuk berkontribusi di pilkada serentak 2018.

“harapan kami pimpinan daerah muhammadiyah pandai-pandailah berkomunikasi dan menjaga silaturahmi dengan para peserta pilkada di daerah dengan tetap memegang prinsip persyarikatan Muhammadiyah, pesan Prof. Romli.

Pos terkait