Reses di Kecamatan Bukit Kecil, Arniza Nilawati: Koperasi Jadi Solusi Ekonomi Ditengah Pandemi Covid-19

Arniza Nilawati, S.E., M.M., mengadakan Silaturahmi masyarakat sekaligus Sosialisasi Peran Lembaga Perbankan Syariah Dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional Kepada Koperasi dan UMKM, Jumat pagi (26/02/2021) di Kantor Camat Bukit Kecil, Palembang
  • Whatsapp

Palembang, klikampera.com – Senator DPD RI Arniza Nilawati, S.E., M.M., mengadakan Silaturahmi masyarakat sekaligus Sosialisasi Peran Lembaga Perbankan Syariah Dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional Kepada Koperasi dan UMKM, Jumat pagi (26/02/2021) di Kantor Camat Bukit Kecil, Palembang.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Camat, Kasi Kesos dan Pemerintahan serta Masyarakat di Lingkungan Kecamatan Bukit Kecil Kota Palembang.

Pandemi telah menimpa segala sektor tak tercuali masalah ekonomi, hal tersebut seperti yang dirasakan oleh sebagaian besar masyarakat Kecamatan Bukit Kecil terutama yang merupakan pelaku UMKM harus kehilangan pendapatan karena usaha yang dijalani tidak lagi menghasilkan pendapatan akibat menurunnya omset penjualan dan daya konsumen dari phk yang banyak terjadi, pembatasan aktifitas dimasa pandemi serta naiknya harga-harga komoditi dasar dipasaran.

Terkait Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Arniza mencoba untuk memberikan solusi kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan koperasi karena sudah menjadi salah satu sasaran yang mendapatkan prosi Dana PEN.

Lanjut Arniza, hal tersebut dapat terwujud melalui kebijakan restrukturisasi kredit oleh Perbankan dan lembaga non bank lainnya, program  langsung Kementrian Koperasi dan UMKM yaitu melaui program subsidi bunga KUR, subsidi nonKUR melalui BLU serta program penermpatan dana LPDB untuk Koperasi dan UMKM yang digunakan untuk membantu menjaga likuiditas koperasi dimasa pandemi.

Saat ini, per Desember 2020 secara nasional penyerapan dana melalui program subsidi bunga belum mencapai angka optimal, yaitu baru terserap sebesar 57,2% dari hampir 6 juta debitur saja.

“Artinya masih banyak peluang yang terbuka untuk memanfaatkan program ini,” katanya.

Untuk itu, menurut Arniza dibutuhkan upaya dari berbagai pihak terkait untuk terus mensosislisasikan kepada masyarakat luas terutama koperasi dan UMKM agar dapat segera memanfaatkan program ini.

“Agar dapat membantu menopang operasional usaha dan tidak terpuruk dimasa pandemi ini,” pungkasnya.

Semakin besar penyerapan anggaran pada program PEN maka akan semakin besar pula kuota yang dianggarkan pemerintah ditahun berikutnya mengingat anggaran untuk Koperasi dalam bentuk subsisdi bunga yaitu sebesar Rp. 500 Miliar, dengan jumlah Koperasi yang ada di Indonesia sebanyak 126.000 unit .

“Maka berarti 1 koperasi hanya mendapatkan stimulus sebesar Rp. 4 juta saja,” tegas Arniza.

Sosialisasi ini perlu untuk mendorong masyarakat terutama pelaku UMKM untuk dapat segera menggabungkan diri membentuk koperasi  mengingat Koperasi akan banyak sekali memberikan manfaat terutama dalam hal permodalan bagi UMKM sebagai penguatan modal baik untuk memulai usaha maupun mengembangkan usahanya.

“Karena koperasi menganut asas kebersamaan dimana anggota koperasi memiliki peran ganda yaitu sebagai penggu dan pemilik sekaligus, sehingga sebagai pemilik tentu saja akan berupaya membuat koperasinya semakin berkembang,” katanya.

Cara mengembangkan koperasi menurut Arniza yaitu dengan memperbanyak anggota dan meningkatkan aktifitas operasional usahanya.

Pertisipasi anggota merupakan perwujudan dari keikutsertaan anggota dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan koperasi untuk mencapai tujuannya.

“Partisipasi para anggota diwujudkan dalam bentuk simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela,” pungkasnya.

Dalam perkembangannya saat ini, Arniza berharap akan ada sumber dana tambahan selain dari pinjaman perbankan yaitu berasal dari hibah berbagai pihak yang dapat dimanfaatkan dalam operasional usaha koperasi.

(Ant/riil)

Pos terkait