Rumah Bambu Sebagai Alternatif Rumah Tahan Gempa

Oleh Klikampera pada Jumat, 24 Agustus 2018 09:00 WIB
Rumah bambu, menjadi pilihan agar rumah tahan terhadap guncangan gempa

klikampera.com – Bencana gempa yang akhir-akhir ini sering terjadi di sebagian wilayah Indonesia, menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Ketakutan yang ada di benak masyarakat itu sangat beralasan. Apabila dilihat dari dampak bencana gempa yang terjadi di lombok beberapa waktu yang lalu, dengan banyaknya korban yang berjatuhan, terlebih kondisi rumah warga yang hancur akibat getaran gempa yang menncapai 7,0 SR, menimbulkan ketakutan yang mendalam jika sewaktu-waktu terjadi bencana gempa di tempat tinggal mereka.

Menurut data yang diperoleh, hingga Selasa (21/8/2018), BNPB mencatat jumlah korban dalam bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk angka korban jiwa mencapai 515 orang dan korban luka-luka 7.145 orang, dan hingga sekarang warga masih harus tinggal di tempat penampungan sementara yang disediakan oleh pemerintah setempat. Menurut Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, di Jakarta, Rabu (8/8), bantuan yang dibutuhkan saat ini adalah tempat tinggal sementara untuk warga pengungsi sebanyak kurang lebih sekitar 10 ribu tenda lagi, dikarenakan masih terdapat sekitar 11 ribu pengungsi yang terdampak, di seluruh wilayah sekitar kabupaten/kota di Pulau Lombok.

Melihat kondisi dampak bencana gempa yang terjadi tersebut, masyarakat kembali diingatkan bahwa sangat perlu mempersiapkan sedini mungkin, bagaimana cara menghadapi kondisi bencana yang bisa saja terjadi kapanpun. Berbagai alternatif yang pernah ditawarkan oleh pemerintah, mulai dari persiapan diri pada saat terjadi gempa, hingga mencari alternatif yakni membangun rumah yang tahan terhadap bencana gempa, dimana rumah bambu menjadi salah satu solusi alternatif rumah tahan gempa.

Bambu sebagai Bahan Bangunan yang Sustainabel dan Tanggap terhadap Bencana

Seperti yang kita ketahui, bahwa tanaman bambu dapat dengan mudah ditemui di banyak daerah di Indonesia, dan beberapa daerah tropis lainnya, seperti di Hawai, hingga Amerika Selatan. Bahkan di non-daerah tropis, seperti di California, UK, Cina, Jepang, Vietnam dan di Australia, tanaman bambu bisa dibudidayakan dan tumbuh dengan cepat, sehingga dapat dipanen dalam waktu 3-5 tahun. Tentunya pertumbuhan tanaman ini sangat sangat cepat bila dibandingkan dengan tanaman kayu lembut dan keras, yang bisa mencapai 10 hingga 50 tahun untuk kemudian dapat dimanfaatkan. Untuk itu wajar apabila disebutkan bahwa bambu merupakan tanaman yang paling cepat berkembangbiak di planet ini, dan merupakan bahan bangunan yang sustainable atau ramah lingkungan dan sangat mudah didapat .

Selain dapat digunakan untuk bahan bangunan struktural dan bahan finishing, tampilan permukaan bambu juga sangat indah bila di perlakukan dengan baik dan benar. Bambu juga dapat dipotong, disusun, dan dikombinasikan dengan bahan lain, sesuai dengan kebutuhan. Hal penting yang harus diperhatikan dalam hal pengolahan bambu adalah dalam hal sambungan (buhul). Bambu tidak dapat diperlakukan penyambungannya seperti pada kayu. Banyak contoh sambungan-sambungan bambu yang dapat dipelajari dari
bangunan bambu yang telah ada. Bambu yang telah diawetkan dengan sistem VSD & Pressure Tank, anti bubuk dapat tahan hingga puluhan tahun. Keawetan rumah bambu dapat diperoleh dengan treatment bambu terlebih dahulu yakni menggunakan borax. Bambu diharapkan dapat menjawab masalah kelangkaan kayu dan tingginya biaya energi.

Arsitektur Bambu

Seperti dikutip dari Newsweek. (28/4/2008, hal. 42), bahwa salah satu material yang paling istimewa di dunia adalah bambu, dimana memiliki ketahanan tarik lebih kuat dari baja dan ketahanan tekan lebih kuat dari beton. Bambu juga mampu tumbuh lebih dari 1 meter dalam sehari dan menghasilkan 35% oksigen lebih banyak dari pohon biasa, sehingga membuat desain bangunan dan konstruksi dengan menggunakan material dari bambu ini begitu unik dan menghasilkan keindahan yang berbeda.

Dari web IRE, Jogjakarta, bangunan bambu bisa menjadi alternatif bangunan tahan gempa. Di samping itu kekuatan bambu cukup tinggi dimana berdasarkan hasil penelitian, kekuatan tarik untuk beberapa jenis bambu pada bagian kulit melampaui kekuatan tarik menarik baja mutu sedang, namun bambu juga mempunyai kelemahan berkaitan dengan keawetannya apabila tidak diolah dengan benar.

Pada prinsipnya rumah bambu tahan gempa harus dibuat dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Mengunakan bambu yang sudah tua, sudah diawetkan dan dalam keadaan kering,
2. Rumah bambu didirikan di atas tanah yang rata,
3. Pondasi dan sloof (sloof diangker ke pondasi di setiap jarak 50-100 cm) mengelilingi denah rumah,
4. Ujung bawah kolom bambu masuk sampai pondasi, diangker dan bagian dalam ujung bawah kolom diisi dengan tulangan dan mortar),
5. Elemen dinding yang berhubungan dengan sloof atau kolom harus diangker di beberapa tempat,
6. Di ujung atas kolom diberi balok ring yang mengitari denah bangunan, elemen dinding juga harus di angker dengan balok ring tersebut,
7. Bila ada bukaan dinding seperti angin-angin, jendela dan pintu, harus diberi perkuatan di sekeliling bukaan tersebut,
8. Pada setiap pertemuan bagian dinding dengan bagian dinding lainnya, harus ada kolom dan dinding diangker kolom tersebut,
9. Rangka atap (kuda-kuda) bisa dikonstruksi dengan tumpuan sederhana (sendi-rol), di mana setiap dudukan rangka atap harus diletakkan pada posisinya, dan perlu diangker dengan kolom,
10. Ikatan angin pada atap harus dipasang di setiap antar kuda-kuda. Ikatan angin ini dipasang pada bidang kemiringan atap di bawah penutup atap, dan pada bidang vertikal diantara dua kuda-kuda.

Gempa yang menguncang Lombok menimbulkan duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia, karena ribuan warga harus kehilangan tempat tinggal. Diperlukan kecekatan pemerintah setempat dalam merelokasi masyarakat ke daerah yang relatif cenderung lebih aman dibandingkan dengan daerah sebelumnya dan membangun kembali rumah-rumah yang hancur akibat gempa. Pembangunan rumah tersebut harus dilakukan dalam waktu singkat dan menggunakan material lokal serta memiliki kualifikasi tahan gempa. Rumah dari bambu dapat dipilih sebagai alternatif karena dapat dibangun secara cepat dengan penggunaan material lokal yang ramah lingkungan dengan harga yang terjangkau. Jadi, apakah anda tertarik memliki rumah tahan gempa?.

Editor : Jaka

Pos terkait