Senator Arniza Nilawati Terima Keluhan Banyak UMKM Yang Belum Terima Bantuan Stimulus Kebijakan Ekonomi

Oleh Klikampera pada Rabu, 2 September 2020 10:18 WIB
Diskusi pelaku UMKM dilingkungan RT.30 RW.8 Kel. Sako Baru Kecamatan Sako Kota Palembang bersama Anggota DPD RI Arniza Nilawati, S.E., M.M., Rabu, 02 September 2020

Palembang, klikampera.com – Sektor yang menopang perekonomian Indonesia adalah berasal dari sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Kontribusi ini bahkan mampu menunjukkan angka mencapai 60%. Hal ini membuat pemerintah memberikan perhatian khusus agar usaha yang bernaung dibawah UMKM dapat terus berjalan dan semakin berkembang. Perhatian Pemerintah dalam memandang penting keberadaan para pelaku UMKM ini dibuktikan dengan menempatkan Kementrian Koperasi dan UMKM sebagai penopang kelancaran sektor usaha ini.

Peran besar UMKM dalam perekonomian Indonesia juga menjadi sarana mengentaskan masyarakat kecil dari jurang kemiskinan dengan perannya menyerap dan memberdayakan banyak tenaga kerja baik yang berskala nasional maupun internasional. Keberadaan UMKM pun menyebar tidak hanya berada di wilayah perkotaan namun sampai ke wilayah pedesaan bahkan daerah yang jauh dari jangkauan perkembangan teknologi sekalipun yang pada akhirnya menyebabkan pemerataan ekonomi di Indonesia karena setiap orang bisa berpenghasilan.

Dalam menghadapi pandemi Covid 19, aktivitas UMKM menjadi salah satu andalan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pandemi Covid 19 juga membawa dampak besar terhadap sektor UMKM. Yang paling terasa memukul UMKM adalah berkurangnya pendapatan akibat menurunnya daya beli masyarakat yang terjadi dari terbatasnya aktivitas sebagai salah satu usaha memutus mata rantai penyebaran wabah covid 19.

Bahkan hal ini membuat sektor UMKM mengalami masalah likuiditas terutama krisis modal kerja akibat melemahnya daya beli konsumen. Menghadapi ini, pemerintah telah memberikan jalan keluar, salah satunya adalah menyediakan Dana senilai Rp 123,46 triliun sebagai stimulus kebijakan ekonomi, namun sampai dengan 25 Juli 2020.

Namun terhitung baru mencapai 10% persen saja yang tersalurkan, rendahnya angka serapan bantuan ini disebabkan karena terkendala persyaratan yang lengkap dan akurat yang sulit dipenuhi serta kurangnya informasi yang didapat oleh pelaku UMKM.

Hal tersebut menjadi bagian yang didiskusikan oleh pelaku UMKM dilingkungan RT.30 RW.8 Kel. Sako Baru Kecamatan Sako Kota Palembang bersama Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Arniza Nilawati, S.E., M.M., Rabu, 02 September 2020.

Senantor yang dekat dengan masyarakat ini mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus berusaha mengatasi berbagai kendala dengan tidak hanya mengandalkan penambahan modal kerja namun berusaha menyiasati berbagai proses bisnis terutama pemasaran dan produksi.

Ia menekankan, proses pemasaran yang sangat efektif dimasa pandemi Covid-19 ini adalah dengan memanfaatkan teknologi digital dengan melakukan penjualan secara online dan berproduksi sesuai jumlah permintaan agar UMKM mampu bertahan dan terus berproses dan bisa memetik kesuksesan di masa yang akan datang dengan tetap menghasilkan produk atau layanan yang berkualitas.

Kendati demikian, Arniza Nilawati, S.E., M.M., mengajak berbagai pihak untuk terlibat dan partisipasi dalam penyebaran informasi mengenai penyaluran bantuan yang dilakukan pemerintah agar UMKM lebih leluasa menyiapkan berbagai persyaratan yang dibutuhkan

“Bahkan UMKM saat ini memerlukan pendampingan lebih lanjut dari berbagai pihak dalam pemanfaatan teknologi digital dalam proses bisnis untuk memudahkan pelaku UMKM melakukan penjualan” jelasnya.

Dalam forum diskusi ini, Senator Daerah Pemilihan Provinsi Sumatera Selatan Arniza Nilawati, S.E., M.M., juga memberikan bantuan sembako kepada pelaku UMKM dilingkungan RT.30 RW.8 Kel. Sako Baru Kecamatan Sako Kota Palembang yang hadir sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat akibat keterbatasan aktivitas dimasa pandemi covid-19.

(Ant/riil)

Pos terkait