Setya Novanto Dijemput dari Rumah Sakit, Dibawa ke Pusat Penahanan KPK

oleh -77 views
Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto tiba di gedung KPK, Jakarta, Minggu (19/11). Ketua DPR tersebut dipindahkan dari RSCM Kencana ke rutan KPK. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/foc/17.

Jakarta. klikampera.com – Badan antigraft nasional memindahkan Ketua DPR Setya Novanto dari sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta Pusat ke fasilitas penahanannya di kota tersebut pada hari Minggu malam (19/11) setelah dokter memutuskan bahwa dia tidak lagi perlu dirawat di rumah sakit.

Tayangan televisi menunjukkan Setya meninggalkan rumah sakit sesaat sebelum tengah malam di kursi roda, dikawal oleh petugas polisi dan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia mengenakan jaket tahanan jenderal oranye saat kemudian dia tiba di kantor agen antijamur di Jakarta Selatan.

Dilansir dari situs EIN NEWSDESK, Novanto tidak membuat pernyataan apapun. Setya, yang merupakan tersangka dalam kasus profil tinggi yang melibatkan korupsi dalam pengadaan kartu identitas nasional elektronik, atau e-KTP, diterima di Rumah Sakit Medika Permata Hijau di Jakarta Selatan pada Kamis malam setelah mobilnya bertabrakan dengan tiang listrik.

Dia dipindahkan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo keesokan harinya untuk diagnosis dan pengobatan lebih lanjut. “Tidak ada indikasi bahwa dia perlu dirawat di rumah sakit,” Kepala Eksekutif Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Dr. Soejono mengatakan, mengacu pada temuan tim medis setelah menjalani perawatan selama tiga hari. Dr. Adib Khumaidi, sekretaris jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menegaskan pernyataan Soejono dalam jumpa pers bersama dengan KPK di rumah sakit tersebut.

“Kami mengamatinya, dimulai dengan analisis fisik, tes pendukung dan diagnosis untuk menentukan apakah dia layak diinterogasi,” kata Adib. Penyelidik KPK meminta IDI untuk kedua kalinya agar memastikan ketua Partai Golkar dapat diinterogasi. “Menurut dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, seperti yang disampaikan oleh kepala eksekutif rumah sakit, dan diverifikasi oleh tim dokter dari IDI, orang yang memprihatinkan tidak perlu dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu, menurut prosedur, penangguhan Penahanannya tidak lagi diperlukan, jadi dia akan dipindahkan dari sini ke pusat penahanan KPK, “komisaris KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan.

KPK mengeluarkan surat perintah penangkapan Setya pekan lalu setelah dia beberapa kali gagal mematuhi pemanggilan untuk diinterogasi dalam kasus tersebut. Surat perintah penangkapan ditangguhkan menyusul kecelakaan tersebut. Dia dinyatakan sebagai tersangka untuk kedua kalinya awal bulan ini, setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membebaskannya dari tuntutan dalam kasus yang sama pada akhir September sebagai tanggapan atas sebuah gerakan praperadilan. Novanto mungkin menghadapi hukuman 20 tahun penjara jika terbukti bersalah atas tuduhan menerima Rp 574 miliar ($ 42 juta) dari proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun.