Siagakan 9 Unit Heli Water Bombing, Herman Deru Optimis Tahun 2020 Sumsel Bisa Tekan Karhutla

Oleh Klikampera pada Kamis, 30 Juli 2020 11:08 WIB
H. Herman Deru tinjau Base OP Lanud Talang Betutu Palembang

Palembang, klikampera.com – Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Rabu (29/7) sore meninjau secara langsung peralatan pemadaman kebakaran hutan yakni Water Bombing Helikopter sebagai salah satu upaya antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan.

Dalam tinjauannya di Base OP Lanud Talang Betutu Palembang tersebut Herman Deru mengecek satu persatu dari 9 unit Water Bombing Helikopter yang ada. Sebanyak 8 helikopter diantaranya diantara langsung didatangkan dari Rusia dan 1 unit lagi helikopter berasal dari Amerika.

Gubernur menyebut, disaat anomali cuaca yang memasuki musim kemarau ini, Pemprov Sumsel dan pihak terkait lainnya sudah melakukan upaya antisilasi guna mencegah terjadinya karhutla di Sumsel pada tahun ini.

“Masyarakat Sumatera Selatan juga saya ajak untuk ikut terlibat langsung dalam antisipasi karhutla ini. Kita akan bentuk Satgas khusus yang SK-nya segera saya tandatangani. Kita tetap berdoa tahun ini meskipun sudah masuk musim kemarau namun karhutla tidak terjadi. Apalagi cuaca tetap bersahabat hujan masih turun di Sumsel,” tegas Herman Deru.

Dia menyebut pesan serta masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla di Sumsel ini. Dengan demikian seluruh pihak satuan tugas termasuk didalamnya kolaboratif antar unsur POLRI/TNI, serta pemerintah daerah.

“Dengan melihat 9 water bombing yang siaga dengan 8 unit kapasitas 4 ton berasal dari Rusia dan 1 unit kapasitas 5 ton berasal dari Amerika yang besar sekali. Dan satu pesawat patroli dan satu pesawat cesna, begitu lengkapnya peralatan dengan pembiayaan yang dibilang hampir unlimited. Kita satgas kolaboratif unsur Tni/Polri serta pemerintah daerah tetap saja yang paling penting adalah peran masyarakat.” katanya.

Dia menyebut pada tahun ini satuan tugas sudah melakukan water bombing sabanyak 600 kali yang sangat berpengaruh hingga saat ini.

“Jangan membuka lahan dengan cara dibakar, jangan biarkan setitik api pun dan sekecil apapun terjadi,” imbuhnya.

(Ant/riil)

Pos terkait