Songket Sriwijaya Menyapa Eropa Lewat Ekspedisi Mahasiswa UMPalembang Ke Elbrus Rusia

Oleh Klikampera pada Selasa, 31 Juli 2018 11:00 WIB
Suasana pelepasan tiga mahasiswa Mapala Alfedya FEB UMPalembang Ekspedisi di Graha Binapraja

Palembang, klikampera.com – Lewat mental dan kekuatan fisiknya, tiga Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Alfedya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMPalembang) melakukan Ekspedisi Pendakian Songket Sriwijaya Tertinggi Mt Elbrus Rusia 5.642 MDPL.

Ekspedisi bertajuk ‘Songket Sriwijaya Menyapa Eropa’ dengan anggota tim Riza Husin, Faldi Riswandi, dan Riki Andriansyah, akan berangkat ke Rusia pada tanggal 1 Agustus hingga 16 Agustus 2018.

“Bukan hanya pendakian gunung yang mereka lakukan. tapi ke tiganya membawa misi pertukaran budaya dan melakukan pendataan muslim yang berada di bawah kaki gunung elbrus,” ujar Ketua Mapala Alfedya FEB UMPalembang, Fairus Latief, usai menggelar upacara pelepasan Ekspedisi Pendakian Songket Sriwijaya Tertinggi Mt Elbrus Rusia 5.642 MDPL, di Graha Binapraja, Senin (30/7/2018).

Fairus menjelaskan, sebelum menuju puncak tertinggi di Rusia nanti, ketiga anggota tim itu sudah sukses mengibarkan songket di tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia, yakni Kerinci, Bukit Raya Kalimantan, Semeru, Binaya Maluku, Rinjani, Lati Mojong dan terakhir puncak Cartenz di Papua. “Kali ini dengan tema songket menyapa Eropa, mereka mencoba kembali kesuksesan untuk mengibarkan kain khas Sumsel itu,” ujarnya.

Anggota tim ekspedisi ‘Songket Sriwijaya Menyapa Eropa’, Riza Husin mengatakan, ekspedisi pemakaian songket Sriwijaya ini pertama kalinya dan Mapala Alfedya adalah yang pertama untuk mengibarkan songket di Rusia.

Untuk persiapan sebelum mendaki salah satu gunung tertinggi dunia itu, jelas Rizal, mereka sudah melakukan training center selama satu bulan. Mulai dari lari dengan membawa beban 20 kilogram, turun naik tangga 20 putaran, berendem di air dingin selama 30 hingga 60 menit, push up, pull up, scoot jump, seat up, serta persiapan mental dan pemahaman tentang materi kegununugan.

“Training center sudah kita laksanakan demi menaklukan puncak gunung yang ada di Rusia tersebut. Kami berharap pulang dari sana mendapat ilmu dan pengetahuan agar bisa dibagi ke masyarakat umum,” jelasnya.

Sementara Wakil Rektor III UMP Muchtarrudin menuturkan, keberangkatan tim ekspedisi Mapala Alfedya kali ini, juga mendapat bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), berupa transportasi dan penginapan selama di Rusia. Semoga saja, dengan ekspedisi ini kain songket dikenal banyak orang dan diakui sebagai warisan pendahulu.

“Disamping mengapresiasi Malapa Alfedya, juga sebelum mereka ini berangkat banyak sekali syarat yang harus diperhatikan mengingat resiko pastinya ada. Oleh sebab itu kami sangat perhatikan selain sehat, juga menyertai izin dari orang tua, dan surat sehat dari dokter, agar selama pendakian nanti tidak ada hal yang tak diinginkan terjadi,” tuturnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan, Akhmad Yusuf Wibowo yang mewakili Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyatakan, sangat menyambut baik dan mengapresiasi setinggi mungkin kepada tim Mapala Alfedya karena mencintai alam dan isi nya. Ini merupakan ekspedisi yang berbahaya dan harus pastikan semua kesiapan kesehatan maupun mental yang siap.

“Mereka sangat hebat dalam ekspedisi ini, semoga bisa mengibarkan kain songket disana, dan satu pesan saya namanya di alam bebas serta dinegara luar selalu junjung tinggi nama baik Sumsel sebagai asal kita,” jelasnya.

 

Wartawan: Sugiarto
Editor: Rianza

Pos terkait