Sopir Angkot Kerap Ugal-ugalan, Pengamat : Dishub Palembang Harus Segera Evaluasi Menyeluruh Operasional Angkot

Oleh Klikampera pada Kamis, 6 September 2018 15:46 WIB
Mobil Angkot Jurusan Ampera - Tangga Buntung menabrak sejumlah sepeda motor, di depan Monpera Palembang, Selasa (4/9/2018)

Palembang, klikampera.com – Menanggapi kejadian kecelakaan yang menimpa salah satu angkutan kota (angkot) jurusan Ampera – Tangga Buntung yang menabrak tiga motor di seputaran Monpera Palembang, (4/9), pengamat sosial Sumatera Selatan Prof. Alfitri mendesak agar Dinas Perhubungan kota Palembang segera melakukan evaluasi terhadap keberadaan Angkot.

“Kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi jika sopir angkot tidak ugal-ugalan dalam mengendarai kendaraannya, namun sayang, hingga saat ini Dishub Kota Palembang belum memberikan perhatian khusus terhadap operasional angkot di Palembang” Ungkap Alfitri saat dihubungi klikampera.com, Kamis (6/9/2018).

Pengamat Sosial dan Politik Sumatera Selatan, Prof. Alfitri

Menurut Alfitri, Dishub harus segera mengevaluasi secara menyeluruh terhadap operasional angkot.

“Sekarang kami banyak warga mengeluh, naik angkot sudah tidak nyaman, karena sopirnya yang tidak ramah, berhenti sembarangan, bahkan ada yang tidak diantar sampai tujuan, belum lagi masalah izin trayek yang sudah habis, seharusnya Dishub harus mengambil tindakan” Kata Alfitri.

Apalagi, lanjut Alfitri, Palembang merupakan kota metropolitan yang banyak dikunjungi orang.

“Malu kita sama tamu kita jika naik kendaraan umum tapi mereka tidak nyaman, Dishub harus mengambil tindakan tegas terhadap pemilik dan juga sopir angkot yang melanggar” lanjut Alfitri.

Alfitri berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Palembang, Marta Edison mengatakan, saat ini Dishub kota Palembang terus melakukan evalusi terhadap kendaraan umum di kota Palembang.

“Untuk Bis kota, selama Asian Games kemarin sudah dilarang untuk operasional, untuk selanjutnya, bis kota akan benar-benar ditiadakan saat izin trayek mereka sudah habis, alias tidak diperpanjang lagi” Kata Marta.

Untuk Angkot, lanjut Marta akan terus dievaluasi.

“Termasuk jurusan angkot, akan kita singkronkan dengan jalur angkutan umum lainnyaf, seperti LRT, dan akan terus kita lakukan pengawasan terhadap angkot yang melanggar” Terangnya.

Seperti diketahui, sebelumnya telah terjadi insiden sebuah angkot jurusan Ampera-Tangga Buntung nopol BG 7334 AO yang dikemudikan Putra (30), warga Tangga Buntung, tiba-tiba oleng dan menabrak tiga sepeda motor yang sedang parkir di dekat trotoar dekat halte Transmusi Monpera.

Tak ayal kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB ini mengagetkan pedagang dan warga yang tengah beraktivitas. Informasi yang didapatkan, kejadian bermula sewaktu Putra yang mengemudikan angkotnya dari arah BKB terlibat aksi kejar-kejaran, dirinnya dikejar oleh seorang pengemudi motor berinisial SN (juga warga Tangga Buntung)

Saat itu tiba-tiba SN berhasil menghentikan laju angkot yang dikendarai Putra dan langsung masuk ke kursi depan, sehingga AO tidak mampu mengendalikan kendarannya dan menabrak motor yang ada didepannya.

Tiga motor yang ditabrak ini, meliputi sepeda motor Honda Supra X BG 4443 RH, Yamaha Vega BG 6249 LO, dan BG 3891 RA. Setelah kejadian baik Putra maupun SN langsung kabur. Selang beberapa menit kemudian, petugas unit Lakalantas Satlantas Polresta Palembang tiba di lokasi dan langsung membawa angkot serta tiga unit sepeda motor tersebut ke Polresta Palembang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Wartawan : Jaka Pratama

Pos terkait