Sosok Rustriningsih Atau Najwa Sihab Dinilai Paling Cocok Dampingi Sudirman Said di Pilkada Jawa Tengah

oleh -65 views

Jawa Tengah, klikampera.com – Sudirman Said menjadi penantang pertama inkumben Ganjar Pranowo setelah ditetapkan sebagai bakal calon gubernur Jawa Tengah di Pilgub 2018. Namun, Sudirman tidak mudah menumbangkan Ganjar, sehingga dia perlu sosok cawagub yang menohok.

“Siapapun yang jadi penantang Ganjar harus berjuang ekstra karena Jateng basis PDIP, pemilih tradisional yang tingkat loyalitasnya nyaris tak tergoyahkan. Sekarang Gerindra mendeklarasikan Sudirman harus berjuang ekstra, bukan hanya dia yang harus meningkatkan elektoralnya, tapi harus mencari wakil yang sepadan yang mampu meningkatkan dan mendongkrak elektabilitas Sudirman,” papar pengamat politik, Adi Prayitno,

Salah satu tokoh potensial yang bisa menyaingi Ganjar dan mendorong elektabilitas Sudirman Said, kata Prayitno, adalah kader PDIP yang pernah menjabat Wakil Gubernur Jawa Tengah 2008-2013, Rustriningsih. “Yang memang realistis sebenarnya yang memiliki basis dan akses jaringan ke bawah ya Rustriningsih,” tuturnya

“Meski sempat tergerus karena melewati beberapa fase elektoral sebelumnya bersama Ganjar,” tuturnya.

Adi melihat ada peluang yang besar jika Sudirman Said diduetkan dengan Rustriningsih di Pilgub Jateng. Sudirman sudah malang melintang sebagai tokoh nasional, dilengkapi Rustri yang mengakar di Jawa Tengah.

“Jadi itu sudah tepat. Sudirman tokoh nasional, mantan menteri asli Jateng didukung oleh Gerindra yang memiliki semangat juang yang luar biasa. Tapi secara politik dan basis paling realistis ya Rustriningsih, tidak hanya memecah pemilih tradisional PDIP di Jateng,” terangnya.

Adi lalu mengomentari nama lain yang dianggap bisa menjadi cawagub Sudirman Said namun tak pernah dilirik, yaitu mantan presenter Najwa Shihab. Menurut pengamat politik UIN itu, Najwa populer tapi belum cukup kantongi elektabilitas.

“Najwa memang punya modal popularitas, tapi itu tak cukup dan bukan segalanya dalam demokrasi elektoral. Yang terpenting bagaimana popularitas Najwa itu dikonversi menjasi kesukaan ke Najwa dan tahap selanjutnya dikapitalisasi menjadi elektabilitas yang mampu menggiring pemilih ke TPS,” terangnya.

Adi menyebut, banyak tokoh nasional maupun artis yang tumbang dalam demokrasi elektoral karena gagal mengkonversi popularitas menjadi ‘suka’ dan gagal mengkapitalisasi menjadi elektabilitas. Fasenya secara berurutan kan dimulai dari popularitas (popularity), kesukaan (likelability), dan keterpilihan (electability).

“Kembali lagi pada Sudirman yang jadi salah satu penantang Ganjar ini, jadi penantang yang serius nih menurut saya. Sudirman Said juga mantan menteri ESDM dikenal banyak orang sudah populer, juga didukung Partai Gerindra yang memiliki daya juang yang luar biasa, karena di banyak tempat Gerindra mampu menumbangkan kekuatan kekuatan lama,” terang Adi.

“Meski Ganjar seringkali bolak balik menjadi saksi di KPK, tapi kan mesin politik PDIP di Jateng kan masih solid. Para pemilih PDIP dan masyarakat secara umum ini tidak tergoyahkan,” tutupnya.

Deklarasi Sudirman Said oleh Prabowo Subianto menjadi bakal cagub Jateng itu digelar Rabu (13/12) kemarin. Selain Gerindra, partai lain yang menyatakan siap mendukung Sudirman adalah PAN dan PKS. Ketiga partai ini sedang membahas agenda deklarasi bersama cagub-cawagub Jateng 2018.