Suparman Romans: Ini Alasannya Mencuatnya Kabupaten Palembang Ulu

oleh -34 views
Ketua Presidium Persiapan Pembentukan Kabupaten Palembang Ulu (P3KPU) Suparman Romans

Palembang, klikampera.com – Wacana akan diadakannya pemekeran yang akan terjadi di Kota Palembang, tepatnya di kawasan Seberang Ulu yang akan di rencanakan menjadi Palembang Ulu.

Ketua Presidium Persiapan Pembentukan Kabupaten Palembang Ulu (P3KPU) Suparman Romans saat di wawancarai awak media di ruang kerkanya di kantor Koni Palembang, Selasa (11/6/2019) mengungkapkan, bahwa wacana pembentukan atau pemekaran kawasan seberang Ulu Kota Palembang menjadi Kabupaten Palembang Ulu secara historis sebenarnya mencuat sejak awal tahun 2002, namun lebih kepada wacana – wacana biasa yang tidak di follow up.

“Namun sebelumnya dulu pada awalnya wacana kita, ingin membentuk Kota Palembang ini terbagi atas dua yakni kota kembar yang pertama itu Palembang Ulu dan Palembang Ilir,” ungkapnya kepada awak media klikampera.com.

Lanjut Suparman Romans menjelaskan, Kemudian di tahun 2006 wacana – wacana itu mulai digarap dengan langkah awal menyamakan perseptif dan meminta pendapat dari para tokoh yang berada di kawasan Palembang Seberang Ulu, dan semuanya satu kata yakni mendukung andaikata hal itu diberlakukan.

Pada tahun 2006 itu juga, pihaknya telah melakukan persiapan yang pertama yakni sosialisasi dengan menyebar 10 ribu kuisioner di masyarakat Palembang Seberang ulu, dari kuisioner yang kembali sekitar 9 ribu, sebanyak 8 ribu lebih mendukung penuh wacana terbentuknya Kabupaten ini.

Suparman membeberkan, melihat tolak ukurnya adalah pembangunan yang tidak merata pada waktu itu, dimana kesannya di Seberang Ulu ini banyak dihuni penduduk dengan mayoritas dengan kelas ekonomi menengah ke bawah, disamping itu juga untuk pembangunan fisik yang tumbuh antara ulu dan Ilir sudah sangat timpang, itulah dasar pemikiran awal pada saat itu membuat wacana untuk pemekaran kota Palembang.

“Setelah banyaknya pembangunan di kawasan Seberang Ulu ini setelah kita lihat secara fisik dan kasat mata, memang terlihat sangat pesat dalam 10 tahun terakhir ini, namun setelah kita lihat pembangunan itu rata – rata dibangun oleh pemerintah pusat dan provinsi, seperti contoh dikawasan olah raga Jakabaring Sport City,” ujarnya.

Sedangkan Lanjut Suparman, untuk pembangunan – pembangunan yang berkaitan dengan perputaran ekonomi, seperti usaha jasa dan perdagangan rasanya masih terasa ketimpangan itu, contohnya di kawasan sana mall baru satu, kemudian penataan kota juga belum signifikan, lingkungan pemukiman juga masih belum terasa sebagaimana penataan di seberang Ilir dan dari tingkat kesempatan kerja juga masih menjadi persoalan.

“Jadi ada beberapa parameter yang sedang dikaji saat ini, tentu tidak hanya bermodalkan asumsi, kita tetap berpijak pada data – data otentik dan komparatif yang kita gali di Palembang Ulu ini,” terangnya.

Untuk itu ini nanti dapat dijadikan bahan nantinya, secara ilmiah yang akan dituangkan dalam naskah akademik karena kunci dari pemekaran itu, titik tolaknya dari naskah akademik apakah memang Visibel atau tidak untuk dimekarkan menjadi daerah otonomi yang baru nantinya.

Disamping guna menyiapkan naskah Akademik itu selesai, pihaknya secara masih dan intensif akan melakukan sosialisasi, untuk itu mulai Bulan Juli akan diadakannya sarasehan – arasehan di tiap – tiap kecamatan yang ada di Kota Palembang dimana presidium ini sendiri tersetah apakah akan diadakan diruang terbuka ataupun ruangan tertutup, untuk itu Oktober 2019 ditargetkan naskah akademik itu selesai.

“Kita targetkan Desember 2019 semua selesai dan dimasukkan ke agenda usulan di Mendagri, Insyallah tahun 2020 bisa terwujud,” pungkasnya.

Ditempat yang terpisah Walikota Palembang H. Harnojoyo menambahkan, dirinya selaku Pemerintah Kota Palembang sangat mengapresiasi masyarakat dengan akan adanya pemekaran itu.

Semangat daripada pemekaran itu adalah bertujuan pada pembangunan secara merata, kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkat.

“Jadi itu tentu akan dikaji potensi – potensi itu apakah bisa di laksanakan itu, pada prinsipnya tentu apa yang menjadi keinginan masyarakat untuk mensejahterakan pembangunan itu tentu bukan saya yang menentukan melainkan akan kita lihat kajian – kajian itu nantinya,” tutupnya.

Wartawan: Muhamad Daud
Editor: Rianza