Tambah Delapan Aplikasi, Lawang Jabo Command Center Tambah Canggih

oleh -125 views

Palembang, klikampera.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melakukan kerjasama di bidang pengembangan Smart City dengan Pemkot Tangerang. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tangerang, Dadi Bodaeri, Selasa (24/4/2018).

Dalam kerjasama ini akan ada delapan aplikasi Pemkot Tangerang yang di adopsi Pemkot Palembang. “Sebelumnya kita sudah membangun wadahnya yakni Lawang Jabo Command Center. Nah ke-8 aplikasi inilah nantinya yang akan diisi di dalam LJCC ini disamping dua aplikasi yang sudah ada sebelumnya yakni e-Kelurahan dan LAPOR,” ungkap Sulaiman Amin.

Sulaiman Amin menjelaskan, program ini sudah di mulai sejak jaman kepemimpinan H. Harnojoyo dan ditindaklanjuti dengan penandatangan kerjasama Pjs Walikota Palembang, Akhmad Najib di Tangerang 22 Maret. Yang mana mana sebagai pusat kendali layanan informasi antara Pemkot Palembang dengan masyarakat, ke-8 aplikasi ini sudah harus siap sebelum pelaksanaan Asian Games Agustus mendatang.

“Kita harap sebelum Asian Games nanti ke-8 aplikasi ini sudah bisa di gunakan oleh OPD yang terkait dengan aplikasi ini seperti rumah sakit-rumah sakit, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) yang sudah siap menggunakan aplikasi ini,” harap Sulaiman.

Dengan penerapan aplikasi ini, tambah Sulaiman diharapkan dapat memecahkan permasalahkan perkotaan seperti kebersihan,kemacetan, keamanan dan pelayanan publik yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Seperti layanan Simpati Rumah Sakit dimana masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini untuk mengetahui ketersediaan fasilitas rawat inap di rumah sakit yang dituju.

“Untuk mengcover semuanya, Palembang butuh 20 sampai 30 aplikasi lagi,” tambahnya.

Senada di sampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Palembang, Yanurpan Yani, adapun 8 aplikasi tersebut yakni aplikasi e-office yang berisi untuk administrasi internet, seperti disposisi tracking surat dll, aplikasi simpati rumah sakit yang merupakan layanan informasi ketersediaan kamar kosong di RS, aplikasi perizinan online (layanan pembuatan izin online), aplikasi siap kerja yakni, layanan informasi lowongan pekerjaan dan pembuatan kartu kuning online, aplikasi laksa yang merupakan layanan untuk memberikan saran, kritik, aspirasi kepada pemkot Palembang, aplikasi sigap seperti layanan yang berhubungan dengan kebersihan dan ketertiban kota, aplikasi poltal e-goverment, layanan yang sapat diakses oleh masyarakat dan pegawai pemerintah dan aplikasine-plesiran yang melayani informasi tempat wisata dan fasilitas publik di Kota Palembang.

“Kedepan setiap OPD terkait diwajibkan menggunakan aplikasi ini untuk melengkapi program smart city ini,” tutur Yanurpan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Dadi Budaeri mengatakan, ada 168 aplikasi yang dimiliki pihaknya dan bisa diadopsi secara gratis oleh kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

“Saat ini sudah ada 32 kabupaten/kota yang mengadopsi aplikasi yang dimiliki pihaknya seperti Aceh, Bengkulu, Jambi, Depok, Karawang,” tuturnya.

Dengan sistem ATM (amati, tiru, modifikasi), penerapan sistem aplikasi ini terdiri dari tiga generasi yang terkait dengan integrasi sistem,office dan masyarakat.

“Kami siap lakukan pendampingan karena ketiganya harus di gunakan. Jadi bisa rekrut tenaga ahli sendiri karena biayanya lebih murah,” tutupnya. (ra)