Targetkan Rp100 Juta Donasi untuk Lombok

Oleh Klikampera pada Rabu, 15 Agustus 2018 09:54 WIB
Suasana rapat penggalangan dana Lombok NTB FKSM bersama LPMP
  • Whatsapp

Palembang, klikampera.com – Forum Komunikasi Sekolah Model (FKSM) Sumatera Selatan mulai melakukan penggalangan dana untuk korban bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan bakti sosial dilakukan sebagai solidaritas para stakeholders pendidikan untuk membantu korban bencana yang kini masih tinggal di pengungsian.

Bendahara Forum Komunikasi Sekolah Model Sumatera Selatan Baiti Maryati SPd MPd menjelaskan, penggalangan dana dilakukan atas inisiasi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Selatan dalam mendorong sekolah model baik SD, SMP, SMA hingga SMK untuk ikut menggalang dana membantu korban bencana alam di Lombok.

“Kita juga merasa prihatin atas kondisi korban gempa yang kini masih tinggal di pengungsian. Untuk itulah, kami mencoba menggalang dana untuk saudara yang kini sedang terkena musibah,” ujar Baiti Maryati, Selasa (14/8/2018).

Dia menjelaskan, skema pengumpulan dana dilakukan setiap kabupaten/kota di Sumatera Selatan yang dikoordinir oleh Ketua FKSM di daerah. Kemudian, dana tersebut diserahkan ke tingkat provinsi untuk selanjutnya diserahkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Target dana yang terkumpul lebih dari Rp100 juta, karena setiap daerah di kab/kota akan ikut menggalangkan dana. Di Palembang saja, baru ada 9 sekolah yang menyerahkan dana dengan total Rp 20 juta. Selain Palembang, beberapa sekolah di daerah juga sudah mengumpulkan dana seperti PALI, OKI dan Lubuklinggau,” jelasnya.

Dia menambahkan, sekolah model yang akan melakukan penggalangan dana merupakan sekolah yang menjadi percontohan dan mendapat Surat Keputusan dari LPMP Sumsel. Dalam setiap daerah sendiri jumlah sekolah model beragam berkisar 15-17 unit sekolah.

“Di sekolah pun kami selalu memberitahu kepada siswa untuk menghindari potensi bencana seperti buang sampah jangan sembarangan karena bisa menyebabkan banjir atau jangan beteduh di bawah pohon saat hujan deras karena berpotensi pohon tersebut disambar petir dan roboh,” tukasnya.

 

Wartawan: Anggra
Editor: Rianza

Pos terkait