Tim Hoki Dilarang Tampil di Sea Games, CDM Akan Lapor Ke CAS

oleh -12 views
Arsip foto - Perak Hoki Indoor Putri Atlet - hoki indoor putri Indonesia Dewi Andriani (kiri) berusaha menghentikan pergerakan atlet hoki Thailand Tikhamporn Sakupinthak pada final hoki indoor putri SEA Games XXIX Kuala Lumpur di MITEC, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (25/8/2017). Tim Hoki putri Indonesia memperoleh medali perak setelah kalah dari Thailand dengan skor 1-4

Jakarta, klikampera.com – Chief de Mission untuk SEA Games 2019 Harry Warganegara mengatakan pihaknya akan terus melobi PHISGOC, bahkan sudah siap melaporkan masalah larangan tampil tim hoki indoor Indonesia kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

“Kami akan terus melakukan lobi agar tim hoki Indonesia bisa tampil. Kalau sampai tim hoki indoor Indonesia dirugikan, kita siap menggugat ke CAS,” kata Harry dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (4/12).

Pelarangan hoki indoor Indonesia untuk bertanding di SEA Games disebabkan karena adanya dualisme federasi antara Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI) dan Pengurus Besar Persatuan Hoki Seluruh Indonesia (PB PHSI). Federasi Hoki Asia (FHA) menganggap bahwa tim yang dikirim merupakan tim dari organisasi yang tidak diakui oleh Federasi Hoki Internasional (FHI).

Namun Harry menegaskan bahwa masalah dualisme federasi itu sudah tidak menyisakan konflik, bahkan salah satu kepengurusan telah dinonaktifkan oleh KONI dan National Olympic Committee (NOC) Indonesia.

“Tudingan adanya dualisme kepengurusan hoki Indonesia itu tidak benar. Kita hanya mengakui PP FHI sebagai anggota KONI Pusat dan NOC Indonesia,” katanya.

“Memang dulu ada organisasi hoki lain tetapi itu sudah dibekukan kepengurusan KONI Pusat sebelumnya karena dianggap tidak aktif.”

Dengan demikian, tuduhan FHA soal dualisme itu pun, menurut Harry tidak dapat diterima karena tim hoki Indonesia sempat tampil pada SEA Games 2017 Malaysia yang pada saat itu berhasil merebut medali perak.

Selanjutnya, Harry juga menegaskan bahwa alasan Ketua FHA Datuk Tayyab Ikram yang mengatakan tim hoki Indonesia tidak mengirimkan daftar susunan pemain sesuai waktu yang ditentukan itu mengada-ngada karena menurutnya tim hoki Indonesia telah memiliki ID Card resmi yang dikeluarkan PHISGOC.

“Tim hoki indoor Indonesia itu resmi terdaftar sebagai peserta SEA Games Filipina. Seluruh pemain dan ofisial memiliki id card resmi,” katanya menegaskan.

“Tim Hoki Indonesia itu sudah tampil pada SEA Games Singapura 2015 dan SEA Games Malaysia 2017 dan Asian Games Jakarta 2018. Kok, tiba-tiba ada larangan? Ini kan jelas mengorbankan atlet Indonesia.”

Meskipun belum mendapatkan titik terang, Harry menyatakan bahwa pihaknya dan Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari akan terus melakukan lobi agar tim hoki Indoor Indonesia bisa mengikuti pertandingan di SEA Games Filipina.

Pertandingan hoki indoor telah berlangsung sejak Rabu (4/12) dan akan berakhir pada Selasa (10/12) di LB Centtro Mall & Convention Center. Namun berdasarkan laman resmi SEA Games 2019, hingga kini, tim hoki Indonesia tidak terdaftar dalam putaran penyisihan awal.

(Ant/riil)