Timnas Merah Putih Triathlon Hanya Targetkan 10 Besar di Asian Games

oleh
Venue Triathlon Jakabaring Sport City Palembang

Palembang, klikampera.com – Perhelatan Asian Games 2018 yang bakal digeber sepekan lagi di Jakarta dan Palembang menjadi persiapan tersendiri bagi para atlet dan pengurus cabang olahraga untuk tampil trengginas di laga paling bergengsi se Asia ini.

Tak terkecuali bagi cabang olahraga triathlon yang bakal digelar di Venue Triathlon, Internasional Jakabaring Sport City (JSC) Palembang pada saatnya nanti.

Timnas Merah Putih Triathlon Indonesia sendiri tidak memiliki target muluk-muluk dalam laga ini dan menilai Negara Jepang menjadi saingan terberat.

Presiden Triathlon Indonesia, Mark Sungkar mengatakan, dengan persiapan yang tidak mendapatkan dukungan maksimal dari pemerintah, dan biaya sendiri selama dua tahun terakhir persiapan jelang Asian Games XVIII, Mark hanya berharap tim Indonesia masuk 10 besar.

“Kami bersiap dengan pas-pasan, masih bisa ikut saja sudah bagus. Target kami kalau bisa masuk 10 besar di mixed team relay, untuk nomor lain standard distance putra dan putri terlalu berat,” ujar Mark Sungkar, Jumat (10/8/2018).

Mark mengaku, timnya masih terus menempa diri jelang Asian Games, salah satunya melakukan ujicoba di Situbondo. Kurang dari dua pekan lagi Asian Games dimulai, Mark menekankan kepada para atlet soal mental.

“Kami menekankan dan menstimulasi mereka dengan mental, bahwa selama ini Triathlon diabaikan, sehingga harus kami buktikan bahwa Federasi Triathlon Indonesia bukan ecek-ecek dan telah lahir sejak 2005 dan masuk Indonesia sejak 1995,” jelas dia.

Target 10 besar tersebut sudah dinilai realistis, mengingat beberapa Negara peserta memiliki persiapan dan pembinaan lebih baik dibandingkan Indonesia. “Pesaing terberat adalah Jepang, lalu disusul Cina, Korea tapi bisa jadi Negara lain memberikan kejutan seperti Uzbekistan dan lainnya,” ujarnya.

Mark menjelaskan, alasan Jepang menjadi saingat terberat, karena kepedulian pemerintah di Jepang terhadap cabor Triathlon sangat tinggi, pembinaan sudah berjalan dan perhatian sangat baik. Karena Jepang melihat Triathlon merupakan cabor potensial untuk mendatangkan devisa Negara salah satunya lewat wisata.

“Contoh saja di event Triathlon di Hamburg, ada 16 ribu peserta yang ikut, dan 600 ribu penonton yang datang. Semua mereka ini butuh hotel, makan dan lainnya, sehingga otomatis menggerakkan perekonomian daerah,” tuturnya.

Begitu juga dengan Korea, saat digelar event Triathlon 2017 di Palembang, perhatian pemerintahnya luar biasa, Korea membawa koki dan bahan makanan sendiri, dan bahkan saat tidak cocok dengan penginapan yang disediakan, Korea menyewa rumah sendiri.

“Jadi, untuk mendapatkan prestasi lebih baik dari target 10 besar, butuh dukungan all out semua pihak, dan tindakan yang konkrit karena tidak mungkin hanya saja tanpa keseriusan dan fokus,” pungkasnya. (

 

Wartawan: Sugiarto
Editor: Rianza