Universitas Muhammadiyah Palembang dan BNN RI Sepakat Jalin Kerjasama

oleh -34 views
penandatanganan nota kesepahaman kerjasama oleh Wakil Rektor III UMPalembang, Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., dan Kepala BNN RI Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H., pada Kamis (10/1), di Aula UBD Palembang.

Palembang, klikampera.com – Universitas Muhammadiyah Palembang (UMPalembang) dan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersepakat menjalin kerjasama dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN).

Kepala BNN RI dan tamu undangan

Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama oleh Wakil Rektor III UMPalembang, Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., dan Kepala BNN RI Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H., pada Kamis (10/1), di Aula UBD Palembang.

Disampaikan Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., bahwa penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di Indonesia semakin marak terjadi. Peredaran barang haram ini sudah merambah di berbagai elemen masyarakat dengan beragam jenjang usia.

“Tidak terkecuali pada kalangan pelajar dan mahasiswa yang sangat rentan terhadap peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang, baik melalui transaksi langsung maupun melalui daring,” ujarnya.

Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., menambahkan, di sisi lain, jenis narkoba baru tersebut disinyalir belum masuk ke dalam sistem perundang-undangan sehingga sulit dijerat dalam sistem Hukum Indonesia.

“Selain itu, juga semakin banyak jaringan internasional yang ingin memasarkan produknya ke Indonesia. Indonesia dianggap sebagai pasar yang besar dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dan baik,” ungkapnya.

Sementara disampaikan Heru Winarko, Indonesia saat ini berada dalam situasi Darurat Narkoba. Menurutnya, narkoba menyebabkan daya rusak otak yang lebih parah dari terorisme karena dapat menyebabkan peyakit kronis. “Selain itu saat ini penyebaran narkoba sudah menyebar sampai di pelosok wilayah Indonesia di semua kalangan,” ungkapnya.

Menurut Heru Winarko, jalur yang digunakan para pengedar narkoba biasanya menggunakan jalur laut dan melalui pelabuhan yang tidak resmi. Ada beberapa negara yang menjadi jaringan internasional narkoba dengan Indonesia diantaranya yakni Afrika Barat, Iran, Tiongkok, Pakistan, Malaysia dan Negara di Eropa.

Editor: Rianza