Usai Buka Musrenbang, Harnojoyo Akan Evaluasi Data Angka Kemiskinan

Oleh Klikampera pada Senin, 16 Maret 2020 14:59 WIB

Palembang, klikampera.com – Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kota Palembang, dalam rangka Penyusunan RKPD Kota Palembang tahun 2021 dengan tema Pengutaan Lini Pembangunan Utama dan Prioritas melalui Pemenuhan Pelayanan Publik Utama 3P1K (Pendidikan, Perumahan Perhubungan, Kesehatan) di Ballroom Hotel Harper Palembang Jl. R. Sukamto Kec. Kemuning Palembang, Senin (16/3/2020).

Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Muhammad Hudori mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Palembang dalam hal ini yang tetap melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2021 di tengah merebaknya Covid-19 yang saat ini meresahkan masyarakat yang ada di seluruh Dunia.

Musrenbang dan RKPD merupakan salah satu tahapan dalam proses perencanaan pembangunan yang ada di Kota Palembang.

“Untuk itulah Musrenbang ini sendiri bertujuan guna kesejahteraan masyarakat. Menurutnya dalam hal itu semua ada lima fokus guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan diantaranya, peningkatan pendapatan masyarakat, Kesempatan kerja, Adanya lapangan kerja, Adanya akses terhadap lapangan kerja, Daya saing daerah,” ujarnya.

Lanjut, Hudori menyampaikan, bahwasanya dalam hal ini Hudori juga meminta agar dalam rumusan fokus pembangunan yang ada di Kota Palembang, harus sesuai dengan lima arahan utama Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Untuk itulah saya juga sangat mengapresiasi kinerja dan capaian Kota Palembang dalam pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palembang di atas rata-rata provinsi dan nasional. Namu di balik itu sesmua ada beberapa hal yang saya agak aneh yang mana untuk pertumbuhan ekonomi tinggi, IPM tinggi tetapi angka kemiskinan masih dibawah rata-rata Nasional,” singkatnya.

Namun tidak hanya itu Hudori juga meminta agar angka kemiskinan ini harus dicari sebabnya, seharusnya dengan pertumbuhan ekonomi dan IPM tinggi menjadikan angka kemiskinan di Kota Palembang menjadi rendah.

Sementara itu, Walikota Palembang, Harnojoyo mengungkapkan, bahwa tetap diadakannya Musrenbang dan RKPD bukan tidak mengindahkan arahan pusat, tetapi ini sudah direncanakan lama. Sampai saat ini Palembang belum ditemukan kasus Corona, ia berharap tidak terjangkit virus Corona di Kota Palembang.

Terkait musrenbang 2020 dan RKPD 2021, ia mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari Dirjen atas capaian pertumbuhan ekonomi dan IPM. Ia juga akan melihat apa yang salah terhadap angka kemiskinan yang masih lebih rendah dari rata-rata nasional.

“Kami akan lihat lagi ada kemungkinan kesalahan dalam angka kemiskinan ini. Memang agak aneh pertumbuhan ekonomi tinggi, IPM tinggi tetapi angka kemiskinan rendah,” ujarnya.

Berdasarkan data dari OJK yang disampaikan inidalam RUPS Bank Sumsel Babel di Batam bahwa dana pihak ketiga di Sumsel lebih tinggi dari nasional, sementara di Palembang dana pihak ketiga di Bank juga Tinggi.

“Kita akan evaluasi masalah data angka kemiskinan ini, apakah terjadi kesalahan. Karena angka kemiskinan berasal dari Kementerian. Seharusnya angka kemiskinan selaras dengan angka pertumbuhan ekonomi dan IPM,” pungkasnya.

Wartawan: M. Daud
Editor: Rianza

Pos terkait