Waduh, PPDB Ricuh Operator SMA Plus Negeri 17 Dipecat

Oleh Klikampera pada Sabtu, 20 Januari 2018 16:53 WIB

Palembang, klikmapera.com – Buntut panjang kekisruhan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Plus Negeri 17 Palembang berakhir oada pemecatan operator. Pasalnya, kesalahan teknis upload yang menyebabkan peserta yang lolos kemudian muncul secara online tak lolos membuat orang tua peserta kalang kabut.

Tak hanya sekedar salah upload, hal ini juga muncul spekulasi negatif masyarakat ada permainan suap menyuap lantaran indikasi muncul lulus secara online tapi tiba-tiba tak lulus.

“Ya, operatornya terpaksa dipecat, status dia masih honor,” terang Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Bonny Syafrian dalam keterangan pers, Jumat (19/1/2018).

Dia menegaskan, pengumuman yang sah dalam PPDB sekolah unggulan tersebut jika sudah dibubuhi tandatangan dari pejabat Disdik Sumsel dan stempel dinas.

“Selain itu tidak sah, termasuk pengumuman yang ada di website SMA Plus Negeri 17 Palembang,” tegas dia.

Oleh sebab itulah, pihaknya meminta kepada orang tua calon siswa untuk memedomani pengumuman secara manual. Bahkan, pihaknya juga sudah membentuk tim untuk bisa menjelaskan kepada orang tua calon siswa yang merasa dirugikan dalam penerimaan siswa baru tersebut. “Kami sudah bentuk satgas dalam menampung keluhan siswa,” katanya.

Dia mengaku, proses PPDB di dua sekolah, SMAN 1 Palembang dan SMA Plus Negeri 17 Palembang sudah dilakukan secara transparan. Hal ini dilihat dari pola ujian dengan pangawas silang serta diawasi oleh pihak kepolisian.

Lebih dari itu, pihaknya juga sudah melakukan scanning lembar jawaban komputer (LJK) yang bisa disaksikan oleh orang tua calon siswa.

“Ke depan, bisa jadi proses scanning dan pengumuman akan diambil alih oleh Dinas Pendidikan Sumsel secara utuh,” kata dia.

Sementara itu, Perancang Sistem Website SMA Plus Negeri 17 Palembang Doddy mengaku sistem yang digunakan sekolah hanya mengentry data berdasarkan kuota siswa baru.

“Terkait pemisahan putra dan putri memang tidak ada dalam sistem,” aku dia.

Bahkan, dia mengaku belum ada koordinasi dengan pihak sekolah terkait kuota berdasarkan jenis kelamin. “Sebetulnya, sistem ini merupakan kemudahan teknologi. Perhitungan dalam sistem ini juga secara real count, meski begitu penghitungan secara manual lebih tepat dibanding dengan sistem komputer,” akunya.

Kepala SMA Plus Negeri 17, Parmin menyebutkan terkait miss data pengumuman kelulusan PPDB yang terjadi disebabkan kesalahan teknis. “Ini murni ada kesalahan teknis, tidak ada kecurangan dan sudah kami jelaskan kepada orang tua calon siswa,”pungkasnya.

Pos terkait