Warga AS diburu setelah melarikan diri dari penjara Bali

Oleh Klikampera pada Rabu, 13 Desember 2017 23:54 WIB
FILE PHOTO: A prisoner prays in front of Kerobokan prison in Denpasar, on the Indonesian island of Bali, Indonesia March 1, 2015. REUTERS/Beawiharta/File Photo

Denpasar, klikampera.com – Polisi Indonesia memburu seorang warga A.S. yang melarikan diri pada hari Senin dari sebuah penjara yang padat di pulau liburan Bali dengan memotong batang baja di langit-langit, pelarian kedua narapidana asing tahun ini.
Penjara Kerobokan, sekitar 10 km (enam mil) dari pantai wisata utama di daerah Kuta, sering menampung orang asing yang menghadapi tuduhan terkait narkoba.

Cristian Beasley, yang merupakan tersangka dalam kejahatan yang berkaitan dengan narkotika namun belum dijatuhi hukuman, melarikan diri pada pukul 4.10 pagi (20:10 GMT Minggu), kata Kepala Polisi Badung Yudith Satria Hananta.
“Diperkirakan tahanan itu lolos dengan memotong jeruji besi di atas langit-langit,” katanya dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan rincian bagaimana Beasley lolos tanpa terdeteksi.

Beasley, 32, dari California, diyakini telah menggunakan tali untuk turun ke dinding sebelum melewati tembok perimeter di area yang sedang diperbaharui. Polisi telah menanyai saksi dan penjaga dan sedang berburu Beasley, kata Hananta.
Orang Amerika lainnya, Paul Anthony Hoffman, 57, ditangkap saat mencoba melarikan diri, kata Hananta.
Perwakilan Beasley dan Hoffman tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Pada bulan Juni, seorang Australia, seorang Bulgaria, seorang India dan seorang Malaysia terowongan untuk kebebasan sekitar 12 meter (13 yards) di bawah dinding penjara. Orang India dan Bulgaria ditangkap segera setelah di negara tetangga Timor Timur, namun Shaun Edward Davidson dari Australia dan Malaysia Tee Kok King tetap pada umumnya.

Davidson telah mengejek pihak berwenang dengan mengatakan bahwa dia menikmati kehidupan di berbagai belahan dunia, dalam posting yang diklaim di Facebook.

Kerobokan telah menempatkan sejumlah narapidana obat asing yang terkenal, termasuk Australian Schappelle Corby, yang hukuman 12-1 / 2 tahun untuk penyelundupan ganja mendapat perhatian media yang besar.

Indonesia telah mengeksekusi beberapa narapidana obat asing dalam beberapa tahun terakhir.
Penjara di Indonesia seringkali padat, sebagian karena perang melawan narkoba yang dipimpin oleh pemerintah Presiden Joko Widodo telah menyebabkan lonjakan jumlah orang yang dikurung.

Hingga Juni, Kerobokan menampung 1.378 narapidana, lebih dari empat kali kapasitas yang direncanakan 323, data pemerintah menunjukkan.

Pelarian penjara cukup umum terjadi di Indonesia, yang melancarkan penyelidikan tahun ini setelah sekitar 350 narapidana keluar dari sebuah penjara di pulau Sumatera.

Pos terkait