Waw, Guru Asal USA Mengajar di SMAN 17 Palembang

oleh -123 views
Dua pengajar asal USA saat berinteraksi bersama siswa SMA plus Negeri 17 Palembang

Palembang, klikampera.com – Sebagai salah satu sekolah unggulan di Sumsel, SMA Plus Negeri 17 Palembang terus berupaya memaksimalkan proses belajar mengajar di sekolah. Sehingga pada gilirannya mampu mencetak lulusan yang tak hanya cerdas tapi berwawasan Internasional.

Guna mewujudkan hal tersebut, melalui program Teacher for Global Classroom (TGC) 2018, dua guru asing yakni Guy Hamlin dari Maine USA dan Brent Zinkel dari Wisconsin USA memberikan proses belajar mengajar di SMA plus Negeri 17 Palembang hingga 28 Juli 2018 mendatang.

Benar saja, sekolah berharap dengan adanya guru tamu asal USA tersebut, diharapkan membuka wawasan baru ke dunia Internasional dan menambah semangat untuk menempuh prestasi ke dunia global.

Pertama kalinya datang ke Indonesia, dua tenaga pengajar asal USA ini cukup kaget dengan budaya dan etika siswa Palembang yang sangat santun.

Apalagi saat sebelum mengajar, keduanya terlebih dahulu menyapa para siswa di SMA plus Negeri 17 Palembang dalam apel singkat.

Usai ditemui mengajar, Guy Hamlin dan Brent Zinkel mengaku sangat menyukai budaya masyarakat Indonesia yang ramah.

“Apalagi saat berjabat tangan (bersalaman) dengan para siswa, itu merupakan pengalamn yang luar biasa,”ujarnya, Rabu (25/7/2018).

Tak hanya itu, keduanya juga terus beradaptasi dengan budaya dan kuliner di kota pempek. Bahkan juga akan mengunjungi tempat industri dan sejarah yang ada.

“Rencananya setelah mengajar di SMA plus Negeri 17 Palembang, kami akan membuat laporan terkait sistem pendidikan di Indonesia. Seperti itu pula nanti guru yang dikirim ke negara lain, tentunya untuk kemajuan pendidikan bersama,” jelasnya.

Mengenai terpilihnya SMA plus Negeri 17 Palembang sebagai salah satu sekolah yang dikunjungi, pihak TGC sengaja memilih sekolah tersebut karena sudah pernah ada alumni dari program ini. Tak hanya sekolah, perguruan tinggi pun menjadi tempat yang didatangi para guru asing ini.

“Sebelumnya kami sempat mengunjungi salah satu perguruan tinggi di Jakarta,” jelasnya.

 

Wartawan: Sugiarto
Editor: Rianza