Wawako Palembang: 2020 Akan Akan Meresmikan 13 Titik TPS Terpadu Sejak Pengerjaan di 2019

Oleh Klikampera pada Rabu, 8 Januari 2020 08:05 WIB
PS Terpadu (3R) ini diresmikan secara langsung oleh Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustida tepatnya di kawasan Kel. Srimulya Kec. Sematang Borang Palembang, Selasa (7/01/2019)

Palembang, klikampera.com – Guna mengurangi jumlah sampah yang ada di Kota Palembang khususnya sampah plastik yang mana Tempat Penampungan Sementara (TPS) Terpadu (3R).

Yang mana TPS Terpadu (3R) ini diresmikan secara langsung oleh Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustida tepatnya di kawasan Kel. Srimulya Kec. Sematang Borang Palembang, Selasa (7/01/2019).

Lurah Srimulya Ten Ramanda mengungkapkan, 2019 sejak dimulainya pembangunan TPS ini dengan menggunakan dana anggaran Kelurahan. Yang mana mulai dari gedung, peralatan, mesin pencacah sampah, pengayak kompos dan lain sebagainya dengan total luas TPS 500 meter persegi.

Wawako Fitrianti Agustinda

“Awal mulanya kami belajar dengan Kecamatan Kalidoni bagaimana langkah-langkahnya. Dan Alhamdulilah 23 Oktober 2019 lalu TPS ini telah diserahkan kepada masyarakat,” ujarnya usai peresmian TPS Terpadu (3R) di kawasannya.

Dimana, pada saat pengoprasian TPS Terpadu 3R yang ada di Kelurahan Srimulya ini sendiri memiliki 10 unit motor Kaisar milik swasta guna beroprasi dalam mengangkut sampah-sampah yang ada di rumah-rumah warga sekitar. Disamping itu juga sampah yang telah diangkut oleh petugas DLHK Kecamatan yang dibawa ke TPS guna untuk dipilah dan kemudian diolah oleh pengelolah.

Lanjut, Ten menjelaskan, untuk TPS Terpadu (3R) ini disamping memiliki motor Kaisar di TPS Terpadu (3R) ini juga memiliki tiga buah mesin baik itu mesin Press, kompos, serta mesin pencacah.

“Untuk sampah yang diangkut bisa Tiga hingga Empat ton yang berasal dari Kelurahan Srimulya dan Kelurahan Lebung Gajah. Untuk saat ini kami punya 4 orang pengelola, satu Koordinator, satu mekanik mesin, dan dua orang pemilah sampah,” terangnya.

Sesuai arahan Camat dan permintaan pengelola, tahun 2020 ini ia berencana akan menganggarkan pengecoran lantai TPS, pembuatan bak sampah, dan cone block. Ramanda mengaku selama 2 bulan dari penjualan sampah cacah TPS terpadu Srimulya sudah menghasilkan uang Rp2 juta.

“Potensi ini untuk dampaknya terhadap masyarakat sangat besar karena itu kita harus maksimal. Dalam 2 bulan ini sudah ada penghasilan dari sampah cacah yakni Rp2 juta tapi angka tersebut dinilai belum maksimal dan juga sampah organik juga sudah kita hasilkan menjadi pupuk hanya saja belum ketemu pasarnya,” bebernya.

Sementara itu sama Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menambahkan, untuk tahun 2020 ini pihaknya akan meresmikan 13 titik TPS terpadu sejak pengerjaan di 2019.

“Paling tidak persoalan sampah yang capai 1200 ton sampah yang dibuang ke TPA yang 70 persennya adalah plastik bisa berkurang TPS terpadu ini adalah solusi, setiap kelurahan harus punya. Sampah cacah memiliki nilai ekonomis, sampah organik bisa menjadi pupuk kompos, sampah kantong kresek bisa jadi minyak tanah,” tuturnya.

Wartawan: M. Daud
Editor: Rianza

Pos terkait