WCC Ajak Semua Elemen Lawan Kekerasan Terhadap Wanita

oleh -11 views
Dialog Publik WCC Palembang bekerja sama dengan Yayasan Rumah Ibu tentang kekerasan perempuan, di Hotel Swarna Dwipa Palembang

Palembang, klikampera.com – Berangkat dari keprihatinan fenomena kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat, Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang mengajak seluruh elemen untuk melawan kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk apapun.

Mulai dari bentuk tindak kekerasannya pun beragam, mulai dari kekerasan fisik, psikologis, seksual, ekonomi dan sosial. Dibanyak kejadian, perempuan tidak hanya mengalami satu bentuk kekerasan, akan tetapi bisa mengalami gabungan dari dua atau bahkan lebih dari berbagai bentuk kekerasan.

Demikian mengemuka pada diskusi bertajuk “Gerak Bersama Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Memenuhi Hak-hak Perempuan di Sumsel” yang digagas oleh Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang bekerjasama dengan Yayasan Rumah Ibu, di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (4/12/2018)

Benar saja, puluhan pelajar, mahasiswa, komunitas perempuan, akademisi, professional, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu majelis taklim.

Turut hadir sebagai narasumber Prof. H. Jalaludin, tokoh masyarakat Sumsel, Hj Maphilinda Syahrial Oesman selaku Ketua Rumah Ibu & Dewan Pengurus WCC Palembang, Hj. DR. Telly P Siwi Zaidan selaku Pssikolog/Ketua Biro Psikologi Potensia dan RA Nurul Ayu Furqon selaku Ketua Kelompok Generasi Perempuan Cerdas Sriwijaya dengan dimoderatori oleh Direktur Eksekutif WCC Palembang Yeni Roslaini Izi.

“WCC banyak sekali menerima laporan tentang kekerasan perempuan, mulai dari yang pacaran kenalan di facebook, kopdar, lalu terjadi kekerasan,” terang Yeni.

Menurutnya, ruang lingkup kekerasan terhadap perempuan sangat luas, mulai dari ranah keluarga, ditempat umum, disekolah, ditempat kerja, bahkan hingga di negara lain.

Tidak mudah untuk menggali jumlah yang pasti kasus kekerasan yang ada, karena berbicara tentang kekerasan terhadap perempuan diranah publik membutuhkan upaya yang tidak ringan dan perlu secara terus menerus dilakukan.

“Dan ini WCC Palembang bekerja sama dengan Yayasan Rumah Ibu melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka kampanye 16 hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (25 Nopember-10 Desember), salah satunya kegiatan Dialog Publik agar public mempunyai informasi yang baik tentang pentingnya menghapuskan kekerasan terhadap perempuan dan memenuhi hak kesehatan perempuan serta publik mampu menyampaikan isu-isu tersebut kepada perempuan atau masyarakat lainnya,”jelasnya.

Senada dengan itu Prof H Jalaludin menilai bahwa agama mengajak laki-laki untuk memuliakan perempuan. “Tak beriman seseorang jika tak memuliakan perempuan,”urainya.

RA Nurul Ayu Furqon selaku Ketua Kelompok Generasi Perempuan Cerdas Sriwijaya mengatakan bahwa harus diakui era globalisasi mengantar kita harus bijak di era teknologi saat ini. “Misal banyak tontonan yang tak sesuai dengan tuntunan. Sehingga kita harus bijak menyikapinya,” pungkasnya.

Wartawan: Anggra
Editor: Rianza